Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Kamis, 16 Mei 2024 | 06:42 WIB
Proses melukis payung raksasa yang akan digunakan sebagai dekorasi perayaan Waisak 2568 BE tahun 2024. (Suara.com/ Angga Haksoro Ardhi).  

Gunungan yang menandai dimulainya pergelaran wayang kulit, serta perpindahan babak, mengandung makna perlindungan Tuhan kepada manusia.

Bentuk gunungan yang mengerucut ke atas melambangkan kehidupan manusia yang semakin tua dan mendekat kepada Yang Maha Kuasa. Ornamen rumah joglo di tengah gunungan, memiliki arti tersirat negara yang aman, tentram, dan bahagia.   

Payung Waisak bergambar Kalpataru, mewakili arti pohon kehidupan. Pohon ini mencerminkan tatanan kehidupan yang selaras, serasi, dan seimbang.

Sedangkan makna payung burung merak mewakili lambang kemurnian. Dalam mitologi Buddha, burung merak memiliki sikap terbuka saat mengembangkan sayap dan ekor.

Baca Juga: Dipermudah dengan Fasilitas 'Fast Track' Pj Gubernur Jateng Lepas 352 Jamaah Calon Haji Kloter Pertama

Penganut Buddha meyakini bulu burung merak dapat menangkal gangguan roh jahat atau melindungi diri dari serangan kekuatan sihir.        

“Untuk Waisak banyak permintaan (lukisan) daun bodhi dan bunga teratai. Setiap tahun mereka biasanya minta tiga gambar (payung raksasa). Sudah menentukan gambarnya. Kadang Roda Dharma atau yang ada kaitannya dengan filosofi Buddha.”

Tidak hanya memesan payung hias berukuran besar, Ricky juga meminta warga membuat 200 payung berdiameter 80 centimeter. Payung chattra dan payung istana masing-masing 20 dan 16 buah.

Pesanan payung hias raksasa digarap oleh 4 orang pemuda Dusun Ngaran II, dengan lama waktu pengerjaan 5 hari. Tugas melukis utama diserahkan kepada Adam Ardian (22 tahun).  

“Ngebut kita. Sekarang mendingan karena sudah punya pengalaman. Dua tahun sebelumnya kami bukan lembur lagi. Mulai kerja pagi, selesai dini hari,” ujar Adam.

Baca Juga: Jika Dico dan Raffi Benar-benar Maju di Pilgub Jateng, Bakal Jadi Kekuatan Politik yang Besar?

Biaya membuat satu payung biasa ukuran 80 cm sekitar Rp75 ribu sampai Rp80 ribu. Sedangkan untuk membuat satu payung raksasa dibutuhkan biaya Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.

Load More