Gunungan yang menandai dimulainya pergelaran wayang kulit, serta perpindahan babak, mengandung makna perlindungan Tuhan kepada manusia.
Bentuk gunungan yang mengerucut ke atas melambangkan kehidupan manusia yang semakin tua dan mendekat kepada Yang Maha Kuasa. Ornamen rumah joglo di tengah gunungan, memiliki arti tersirat negara yang aman, tentram, dan bahagia.
Payung Waisak bergambar Kalpataru, mewakili arti pohon kehidupan. Pohon ini mencerminkan tatanan kehidupan yang selaras, serasi, dan seimbang.
Sedangkan makna payung burung merak mewakili lambang kemurnian. Dalam mitologi Buddha, burung merak memiliki sikap terbuka saat mengembangkan sayap dan ekor.
Penganut Buddha meyakini bulu burung merak dapat menangkal gangguan roh jahat atau melindungi diri dari serangan kekuatan sihir.
“Untuk Waisak banyak permintaan (lukisan) daun bodhi dan bunga teratai. Setiap tahun mereka biasanya minta tiga gambar (payung raksasa). Sudah menentukan gambarnya. Kadang Roda Dharma atau yang ada kaitannya dengan filosofi Buddha.”
Tidak hanya memesan payung hias berukuran besar, Ricky juga meminta warga membuat 200 payung berdiameter 80 centimeter. Payung chattra dan payung istana masing-masing 20 dan 16 buah.
Pesanan payung hias raksasa digarap oleh 4 orang pemuda Dusun Ngaran II, dengan lama waktu pengerjaan 5 hari. Tugas melukis utama diserahkan kepada Adam Ardian (22 tahun).
“Ngebut kita. Sekarang mendingan karena sudah punya pengalaman. Dua tahun sebelumnya kami bukan lembur lagi. Mulai kerja pagi, selesai dini hari,” ujar Adam.
Baca Juga: Jika Dico dan Raffi Benar-benar Maju di Pilgub Jateng, Bakal Jadi Kekuatan Politik yang Besar?
Biaya membuat satu payung biasa ukuran 80 cm sekitar Rp75 ribu sampai Rp80 ribu. Sedangkan untuk membuat satu payung raksasa dibutuhkan biaya Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur dan Candi Prambanan saat Libur Lebaran 2025, Jangan Keliru!
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Puncak Arus Mudik Terjadi Hari Ini, Polda Jateng Terapkan One Way dari Tol Kalikangkung hingga Bawen
-
Inspirasi Modifikasi New Honda PCX 160, Ketika Modernitas Berpadu dengan Warisan Budaya
-
Kabar Gembira! Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan pada Lebaran 2025
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara