SuaraJawaTengah.id - PSIS Semarang resmi mengakhiri kerja sama dengan tiga pemain usai selesai mengarungi Liga 1 2023/2024.
Ketiganya yakni Aqsha Saniskara, Eka Febri, dan Adithya Jorry. Mereka tak masuk dalam rencana skuad liga 1 musim depan.
Diketahui, Musim lalu ketiga pemain tersebut telah dipinjamkan oleh PSIS ke klub lain seperti Aqsha dan Jorry ke Persik Kendal serta Eka Febri yang dipinjamkan ke Persipa Pati pasca-ketiganya dirawat secara penuh oleh PSIS ketika mengalami cedera.
"Hari ini kami umumkan bahwa PSIS resmi mengakhiri kerja sama dengan tiga pemain yakni Aqsha, Eka, dan Jorry. Kami mengakhiri kerja sama karena evaluasi tim pelatih dan supaya ketiga pemain ini bisa mendapatkan jam terbang baru di klub lain dan sebelum kami lepas kami juga sudah pastikan bahwa ketiganya sudah benar-benar sembuh dari cedera yang mereka alami dan musim lalu juga sudah kami pinjamkan," ujar Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi dikutip dari keterangan tertulis di Semarang (6/6/2024).
Selain itu, PSIS Semarang langsung tancap gas mempersiapkan kekuatan untuk musim depan usai menjalani dua laga international match dalam ajang RCTI Sports Derby Serumpun pada 30 Mei - 2 Juni 2024 di Jakarta International Stadium (JIS).
Pada dua pertandingan yang dijalani, Laskar Mahesa Jenar tercatat kalah dua kali yakni masing-masing dari Persija 0-1 dan kekalahan dari Sabah 1-2.
Namun, tim pelatih PSIS tidak semata-mata melihat hasil. Mereka justru melihat progress dari para pemain muda dan pemain yang melakukan trial di PSIS.
“Terkait dengan pertandingan yang sudah dijalani, saya pribadi melihat, kami banyak melakukan progres yang baik, dari apa yang sudah kami tampilkan di dua pertandingan kemarin.Yang pasti, saya mengapresiasi para pemain yang tampil begitu spartan, jadi modal bagus untuk mereka, untuk mengambil pengalaman bermain melawan tim seperti Sabah dan Persija," ujar caretaker PSIS dalam turnamen tersebut, Muhammad Ridwan.
“Jadi, pemain-pemain muda yang kami bawa saat ini banyak dari mereka gabung dalam kompetisi Elite Pro Academy. Ketika mereka gabung dengan kami di Elite Pro Academy, kami coba beberapa pemain, dalam praktiknya di tim senior tidak semua pemain yang kami bawa saat ini dapat dipromosikan ke tim senior. Terkait ada atau tidak ada pemain potensial? Banyak,” lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rupiah Melemah, Perajin handicraft Temanggung Cari Peluang di Pasar Global
-
Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Minta Warga Waspadai Perubahan Cuaca
-
Terjebak Rob Bertahun-tahun, Warga Kendal Dicarikan Tempat Tinggal Baru
-
Ribuan Peserta Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp20 Miliar
-
Fenomena Bediding Mulai Terasa, BMKG Minta Warga Jateng Bersiap