Budi Arista Romadhoni
Kamis, 06 Juni 2024 | 10:48 WIB
Ilustrasi dbd - perbedaan DBD dan tipes. (Pixabay/wikiImages)

SuaraJawaTengah.id - Kasus demam berdarah dengue (DBD) harus menjadi perhatian banyak pihak. Sebab, DBD termasuk penyakit dengan risiko tinggi. 

Di Kabupaten Temanggung, sejak Januari hingga Mei 2024 kasus DBD sudah  mencapai 1.023 yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo menyampaikan kasus terbanyak di Kecamatan Temanggung 189 kasus, kemudian Karnggan 98 kasus, Kandangan 84 kasus, Parakan 81 kasus, dan Kaloran 71 kasus.

Ia menyampaikan hal tersebut saat memantau fogging (pengasapan) di Desa Joho, Kecamatan Temanggung.

"Ada dua yang meninggal dunia, yaitu di Kaloran dan Bejen, kemarin saya ke sana dan mengecek lokasi yang disinyalir menjadi sarang nyamuk dan dari Dinkes sudah melakukan penanganan," katanya dikutip dari ANTARA pada Kamis (6/6/2024). 

Menurut dia upaya pencegahan DBD terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

Salah satu pencegahan DBD yang digalakkan Dinkes Temanggung yakni melalui pemberantasan sarang nyamuk.

"Jangan sampai ada genangan air di sekitar rumah, kalau ada segera dibuang genangan air itu , supaya jentik-jentik nyamuk tidak menyebar disana, kalau itu menyebar akan bertebaran dan mesti akan menjadi masalah di kemudian hari," katanya.

Ia meminta agar Dinkes terus melakukan pengawasan ketat terkait penyebaran DBD ini, agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Bukan Unjuk Rasa, Ini Cara Ratusan Buruh di Temanggung Rayakan May Day

"Saya minta Dinas Kesehatan melakukan tindakan betul ke bawah apabila ditemukan kasus ataupun terjadi kejadian luar biasa, harus tanggap dan langsung ditangani terhadap masyarakat yang terkena," katanya.

Load More