“Pada akhirnya menurunkan waktu tunggu, kayak ini prosesnya cepet sekali, tidak ke loket, langsung ke APM atau anjungan pendaftaran mandiri," kata Dokter Tiur.
"Pasien datang tinggal membawa hp, membuka mobile JKN, ada nomor rujukan tinggal scan dan menggunakan sidik jari maka sudah langsung diberikan pelayanan," tambahnya.
Fingerprint Wujud Amanah
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Fitria Nurlaila Pulukadang mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi untuk pelayanan para peserta.
Tak hanya sidik jari atau fingerprint, nantinya BPJS juga akan menerapkan sistem Teknologi Face Recognition.
"Itu jargon kita meningkatkan mutu pelayanan, terbaru fingerbrind. Ke depan akan face," kata Fitriyah.
Ia menyebut penggunaan sistem tersebut untuk menghindari penyalahgunaan hak peserta BPJS Kesehatan.
"Karena kita menggunakan anggaran amanah dari peserta. Bayangan kita, pasien ke rumah sakit, tinggal membawa surat rujukan dan ktp. Kemudian pasti didaftarkan jari atau fingerprind," ucapnya.
Fitria menyebut Semua rumah sakit di Kota Semarang sudah menerapkan sistem tersebut. Bahkan sistem itu juga sudah dilakukan di Kabupaten Demak.
Baca Juga: Patuhi Program JKN, BPJS Kesehatan Cabang Semarang Beri Penghargaan Sepuluh Badan Usaha
"Ada 30 rumah sakit di semarang, 5 di demak sudah menarapkan," ucapnya.
UHC Capai 100 Persen
Fitria mengungkapkan, peningkatan pelayanan para peserta BPJS Kesehatan dilakukan seiring dengan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
"Satu dekade ini, ya perluasan jumlah peserta yang sudah dijamin UHC. Demak 98 persen, Kota Semarang sudah 100 persen," ujarnya.
Ia menyebut secara Nasional Tahun 2014 peserta mencapai 214 juta, sekarang 271 juta yang sudah terdaftar sebegai peserta BJS Kesehatan.
Dengan peningkatan pelayanan secara Digitalisasi yang ada di Mobile JKN, dari pindah faskes, pendaftaran antrian, hingga melihat kamar bisa membuat antrean di rumah sakit semakin berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Genjot Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 M untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
-
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak