SuaraJawaTengah.id - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC) yang dikenal sebagai InJourney Destination Management (IDM) menjalankan rencana besar untuk penataan ulang atau remasterplan kawasan destinasi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Salah satu fokus utama dari remasterplan ini adalah menurunkan koefisien dasar bangunan ke bawah 4 persen, revitalisasi area hijau di zona II Candi Borobudur serta pengembangan Museum dan Kampung Seni Borobudur, yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung.
Revitalisasi zona II Candi Borobudur ini merupakan langkah penting dalam melestarikan situs budaya dunia yang diakui oleh UNESCO, sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung.
PT TWC berkomitmen tidak hanya fokus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan, sosial, dan budaya di kawasan sekitar Candi Borobudur.
Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal pelestarian budaya dan pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan.
Museum dan Kampung Seni Borobudur akan menjadi bagian integral dari pengembangan kawasan ini. Kampung tersebut akan berfungsi sebagai pusat seni dan budaya yang menampilkan kearifan lokal, memberikan ruang bagi para seniman untuk berkarya serta menjadi tempat wisata edukatif bagi pengunjung.
Kehadiran Kampung Seni Borobudur diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata serta menjadi wahana untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada dunia internasional.
Direktur Utama PT TWC, Febrina Intan, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah serta unsur masyarakat yang telah mengorkestrasi bersama membantu percepatan proyek ini.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah, khususnya apresiasi atas kinerja kami yang berhasil merampungkan penataan kawasan Borobudur," kata dia, Jumat (20/9/2024).
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Magelang, Adakah Tempat Aman Bagi Para Pencari Tuhan
Febrina juga menambahkan bahwa dengan dipercayanya PT TWC sebagai Single Destination Management Borobudur, yang akan terus berperan sebagai kolaborator dalam proyek revitalisasi ini.
Selain itu, Febrina juga berharap agar proyek ini tidak hanya membawa manfaat ekonomi bagi kawasan Borobudur, tetapi juga dapat menangkap potensi besar yang ada di wilayah ini.
"Dengan revitalisasi ini, kami berharap InJourney Destination Management mampu menggarap potensi ekonomi kawasan Borobudur secara maksimal, tanpa mengabaikan aspek sosial dan budaya lokal yang ada," tambahnya.
Proses remasterplan ini menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan peningkatan kualitas pengalaman wisata di Candi Borobudur.
Dengan adanya revitalisasi dan pengembangan baru seperti Kampung Seni Borobudur, kawasan ini diharapkan dapat menjadi destinasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar
-
Kucurkan Rp10 Miliar untuk Solusi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul Hybrid di Demak
-
Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia