SuaraJawaTengah.id - Kemajuan wisata di kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang tentu akan berdampak positif di derah tersebut.
Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi mengungkapkan, selain untuk menambah wisatawan, diharapkan juga ikut memajukan kawasan wisata di daerah sekitar
"Kita berharap yang maju nanti tidak hanya wisata di Borobudur, tetapi juga Ketep Pass daerah Telomoyo, kemudian Butuh di Kaliangkrik, dan daerah-daerah spot pariwisata yang menjadi penyangga Candi Borobudur," katanya dikutip dari ANTARA di Magelang Rabu (15/8/2024).
Ia mengatakan hal tersebut saat memberi sambutan pada musyawarah pedagang Candi Borobudur yang rencana pindah ke Kampung Seni Kujon.
Nanda menyampaikan karena Borobudur sudah ditetapkan menjadi kawasan pariwisata internasional, harapannya masyarakat menyambut baik penetapan kawasan ini, masyarakat Borobudur bisa guyup rukun.
Ia menuturkan sudah ada ketentuan dari UNESCO bahwa di zona dua Candi Borobudur tidak bisa dilakukan untuk aktivitas usaha sehingga ketentuan ini yang akan dipedomani untuk memindahkan para pedagang.
Ada ketentuan yang harus dipatuhi yaitu Perpres Nomor 58 Tahun 2014 tentang Tata Ruang Kawasan Borobudur dan sekitarnya.
"Nantinya para pedagang juga akan menempati tempat yang menurut saya kalau melihat sekarang kondisi fisiknya sangat layak dan akan mendatangkan rezeki yang berkah, karena tempatnya juga sangat bagus, representatif dan memungkinkan orang untuk beristirahat, kemudian juga berwisata termasuk bisa menikmati kuliner," katanya.
Ia menyampaikan pemerintah pusat sudah membangun prasarana Kampung Seni Kujon yang saat ini sudah dibangun dan sebentar lagi bangunannya akan selesai 100 persen.
Baca Juga: Cara Warga Penghayat Kepercayaan Maknai Pancasila, Tapa Mutih di Kompleks Candi Sengi
"Harapan kami dari Pemkab Magelang pasti dalam proses transisi dari pedagang Taman Wisata Candi Borobudur ke Kampung Seni Kujon ini walaupun sedikit banyak ada problem permasalahan, tapi kami meyakini tradisi masyarakat Borobudur, ono rembug yo dirembug, ono masalah yo dirembug, dan saya berharap penempatan pedagang kaki lima ini bisa dilakukan secara kondusif dan disepakati oleh semua pihak," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah