Hal ini pula yang melatarbelakangi Bella untuk konsisten melakukan live melalui akun Instagram @sekarmulyobatiklasem karena disanalah para pelanggannya menanti produk-produk terbaru atau promo dari Batik Lasem Sekar Mulyo.
Upaya lain juga dilakukan dengan consumer insight, yakni dengan bertanya langsung kepada setiap pelanggan tentang pilihan yang disukai atau kendala yang masih dirasakan ketika belanja. Dengan begitu Bella dapat terus meningkatkan pelayanan bagi pelanggan. Salah satunya melalui program hemat ongkir khusus bagi pelanggan Batik Lasem Sekarmulyo bekerjasama dengan JNE.
Bella juga membagikan pengalamannya saat pandemi banyak menghantam bisnis di Indonesia.
"Jadi waktu pandemi Covid, alhamdulillah justru pesanan online mengalir dibantu pengirimannya oleh JNE Rembang. Dalam seminggu saya bisa jualan 200 paket. Itu bisa karena orang percaya, banyak yang follow dan ada promosi. Banyak juga pejabat yang datang ke sini," kata Bella.
Telah berusia sekitar 15 tahun, Batik Lasem Sekar Mulyo sudah sangat memahami segmen pasar. Saat ini Batik Lasem Sekar Mulyo memproduksi batik dengan harga mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Produk dengan harga yang terbilang tinggi, bukan berarti akan sepi peminat.
Bahkan kualitas produk dan kepercayaan konsumen, batik dengan harga jutaan rupiah di Batik Lasem Sekar Mulyo, justru lebih mudah terjual.
"Jadi Sekar Mulyo itu akan lebih gampang jualan yang premium dari pada harga yang Rp300.000-Rp400.000. Batik-batik harga di atas Rp1 juta sampai Rp5 juta akan lebih gampang jualnya. Jadi memang mindset orang, beli batik tulis yang benar-benar bagus dan harganya jauh dari pasaran, mendingan di Sekar Mulyo. Itu sudah saya tanya langsung, saya tanya langsung testimoni ke pembeli," kata Bella.
Dia juga berbagi cerita, di mana Batik Lasem Sekar Mulyo memiliki pelanggan dari Solo, yang sekali beli bisa 15-20 potong dengan harga masing-masing di atas Rp1 juta.
Bella juga menceritakan tentang pengalamannya yang paling berkesan dalam mengelola Batik Lasem Sekar Mulyo.
"Ada tiga pengalaman yang sangat berkesan bagi saya," kata dia.
Pertama, ketika dia mendapatkan pelanggan yang menginginkan batik tiga negeri. Dengan senang hati Bella pun melayani pelanggan itu dan mengeluarkan semua koleksi batik tiga negeri yang dimilikinya.
Ada sekitar 26-30 potong kain batik yang dia tunjukkan kepada pelanggan tersebut. Harga satu kainnya mulai Rp3 juta hingga Rp7 juta.
Saking banyaknya, pelanggan itu sampai terlihat kebingungan untuk menentukan pilihannya. Hingga pada akhirnya pelanggan itu memutuskan untuk membeli semua kain batik tiga negeri yang dikeluarkan Bella.
"Bisa dibayangkan? Saat itu saya speechless, tapi ya bagaimana. Beliau sangat senang," kata Bella.
Pengalaman kedua yakni ketika mendapatkan pesanan custom untuk Bapak Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Pesanan tersebut adalah kain batik tulis sepanjang tiga meter. "Sebuah kebanggaan tersendiri ketika karya kami dikenakan presiden ke enam Indonesia," lanjut dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris