SuaraJawaTengah.id - Polrestabes Semarang mengamankan 12 remaja yang diduga akan melakukan tawuran setelah menerima laporan dari masyarakat melalui aplikasi Libas, pada Sabtu (19/10/2024).
Penangkapan ini dilakukan sebagai hasil dari patroli skala besar yang digelar pada Jumat malam hingga Sabtu pagi, dengan tujuan meminimalisir tindak kekerasan jalanan di Semarang Utara.
Lokasi penangkapan berada di Jalan Kerapu Raya, Semarang Utara, di mana para remaja ditemukan tengah berkumpul bersama sejumlah barang bukti berupa senjata tajam.
Kasatsamapta Polrestabes Semarang, AKBP Tri Wisnugroho, mengungkapkan bahwa 12 remaja tersebut segera dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Dari hasil pemeriksaan telepon seluler, diketahui mereka telah merencanakan tawuran dengan kelompok lain di kawasan Bandarharjo, Semarang Utara," jelas AKBP Tri Wisnugroho dikutip dari ANTARA.
Yang cukup mengejutkan, beberapa remaja ini diketahui sudah berulang kali terlibat dalam tindakan serupa. "Ada yang sudah enam hingga sembilan kali ditangkap atas pelanggaran yang sama," tambahnya.
Langkah penindakan ini juga terkait dengan upaya pihak kepolisian dalam mendokumentasikan dan melacak perilaku kriminal para pelaku melalui data yang tersimpan dalam aplikasi Libas. Saat ini, polisi masih menyelidiki lebih lanjut asal-usul senjata tajam yang ditemukan serta kelompok lain yang menjadi target dari aksi tawuran yang direncanakan.
Penggunaan aplikasi Libas oleh masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terbukti efektif dalam membantu kepolisian merespons cepat potensi kekerasan, menunjukkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan kota.
Baca Juga: Tindak Tegas! Polrestabes Semarang Proses Hukum 43 Kasus Tawuran Sepanjang 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan