SuaraJawaTengah.id - Ketua Umum DPP PDIP Puan Maharani mengimbau agar aparat pemerintah serta penegak hukum menjaga netralitas dan menahan diri selama masa kampanye Pilkada 2024. Hal ini disampaikan Puan usai rapat konsolidasi pemenangan Pilkada Jawa Tengah di Semarang, Jumat (20/10/2024).
Menurutnya, stabilitas politik dan situasi kondusif hanya bisa tercapai apabila seluruh pihak mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
"Seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan penegak hukum, diminta untuk bisa menahan diri demi menjaga stabilitas serta menciptakan kondisi yang kondusif," ujar Puan.
Ia menegaskan pentingnya saling menghargai dan menghormati di antara berbagai pihak yang terlibat dalam proses Pilkada.
Puan juga mengingatkan agar tidak ada intervensi atau upaya dari pihak luar yang dapat mempengaruhi jalannya tahapan pilkada.
"Jangan sampai ada tindakan yang melampaui batas, terutama yang tidak seharusnya dilakukan," tambahnya.
Imbauan ini datang seiring dengan meningkatnya laporan dari tim hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi), yang mengungkap adanya dugaan pengarahan politik dalam pertemuan-pertemuan yang melibatkan kepala desa.
Beberapa pertemuan tersebut, menurut tim hukum Andika-Hendi, terjadi di Kabupaten Pekalongan dan Kota Semarang.
John Richard Latuihamalo, Koordinator Tim Hukum Andika-Hendi, menyoroti kegiatan tersebut sebagai bentuk politisasi yang dapat mengganggu independensi kepala desa dalam pelaksanaan Pilkada.
Baca Juga: Nusron Wahid Calon Menteri, Pengamat Ingatkan Jangan Ada Politisasi di Pilkada Kudus 2024
Ia mengajak Bawaslu untuk ikut memantau dan mengawasi kegiatan serupa yang berlangsung di berbagai daerah, termasuk rencana pertemuan yang akan digelar di Kabupaten Pekalongan pada 22 Oktober 2024.
"Pengumpulan kepala desa untuk kepentingan politik harus mendapat perhatian serius dari Bawaslu," tegas John.
Menanggapi hal ini, Puan menyampaikan bahwa jika ditemukan pelanggaran aturan Pilkada 2024, Bawaslu harus menjalankan fungsinya secara profesional.
Puan juga berharap agar lembaga pengawas pemilu tersebut tetap tegas dan independen dalam menindaklanjuti setiap pelanggaran yang terbukti, demi menjaga integritas Pilkada dan kepercayaan masyarakat.
Dengan adanya himbauan dari Puan Maharani dan laporan tim hukum Andika-Hendi, diharapkan seluruh proses kampanye Pilkada 2024 berjalan dengan adil dan demokratis tanpa adanya pengaruh negatif dari intervensi politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight