SuaraJawaTengah.id - Sebanyak empat orang narapidana terorisme di Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Selasa (12/11/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala UPT se-Nusakambangan, Detasemen Khusus 88 Anti-Teror (Densus 88 AT), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, serta perwakilan dari Polresta Cilacap, Kodim 0703 Wijayakusuma Cilacap, Lanal Cilacap, dan Kemenag Kabupaten Cilacap.
Enjat Lukmanul Hakim, Kepala Lapas Pasir Putih, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan menyampaikan amanat dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Enjat menjelaskan bahwa pada tahun 2023, delapan narapidana terorisme di Lapas Pasir Putih telah menyatakan ikrar setia pada NKRI, dan pada 2024, terdapat perkembangan positif dalam program deradikalisasi dengan 20 narapidana, termasuk empat yang berikrar setia pada NKRI hari ini.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan narapidana terorisme bukan sekadar impian, tetapi kenyataan yang telah terbukti melalui kerja sama yang baik antara Lapas Pasir Putih dan berbagai pihak terkait," kata Enjat.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada empat narapidana yang hari ini menyatakan ikrar setia, mengakui kembali kedaulatan NKRI, serta berkomitmen untuk tidak terlibat lagi dalam kegiatan terorisme. Ikrar setia ini, menurut Enjat, bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Lebih lanjut, Enjat berharap ikrar ini menjadi tonggak awal bagi narapidana untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik. "Jadilah agen perubahan di lingkungan sekitar, dan tunjukkan bahwa kesalahan di masa lalu tidak menghalangi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya. Enjat juga mengajak mereka untuk menjadi duta perdamaian dan kerukunan serta menolak segala bentuk kekerasan dan terorisme.
Kegiatan ini, menurut Enjat, akan menjadi motivasi bagi semua pihak terkait untuk terus melakukan pembinaan terhadap narapidana, agar mereka dapat memiliki perubahan perilaku yang semakin baik dan menjadi warga negara yang produktif serta bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng, Kadiyono, yang mewakili Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng Tejo Harwanto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Densus 88 AT, BNPT, dan Lapas Pasir Putih Nusakambangan.
"Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari kolaborasi yang solid antara berbagai stakeholder yang terlibat dalam proses deradikalisasi dan pembinaan narapidana terorisme," tambah Kadiyono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah