SuaraJawaTengah.id - Tanjakan Silayur di Ngaliyan, Kota Semarang, kembali menjadi sorotan setelah serangkaian kecelakaan mengerikan, termasuk insiden terbaru yang melibatkan 13 kendaraan dan merenggut dua nyawa.
Kontur jalan yang curam disebut sebagai salah satu penyebab utama seringnya terjadi kecelakaan fatal di lokasi ini.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta kajian untuk melandaikan tanjakan Silayur, seperti yang berhasil diterapkan di Jalan Hanoman.
"Kami sudah minta untuk mengkaji supaya Silayur agak dilandaikan. Jalan Hanoman kan Alhamdulillah sudah cukup berhasil mengurangi angka kecelakaan yang berakibat fatal," ujar Ita, sapaan akrabnya, Jumat (22/11/2024).
Ancaman di Balik Curamnya Silayur
Berbagai upaya telah ditempuh Pemkot Semarang guna mencegah kecelakaan, mulai dari pemasangan papan peringatan hingga pembatasan waktu melintas bagi kendaraan bertonase berat.
Namun, kecelakaan tetap terjadi. Terbaru, truk tronton pengangkut aki diduga mengalami rem blong saat menuruni tanjakan, menyebabkan tabrakan beruntun yang melibatkan truk besar, mobil pribadi, dan sepuluh sepeda motor.
Dinas Perhubungan Kota Semarang telah memberlakukan aturan ketat bagi kendaraan berat untuk melintas hanya pada pukul 23.00 hingga 04.00 WIB.
Pos penjagaan juga didirikan untuk memastikan aturan ini dipatuhi. Namun, efektivitas langkah ini masih dipertanyakan mengingat risiko jalan yang tetap tinggi.
Baca Juga: Tragis! Rem Blong, Truk Tronton Hantam Ruko di Semarang, 2 Orang Tewas!
Rencana Pelandaian Silayur
Melihat kondisi ini, Wali Kota Semarang meminta agar kajian pelandaian tanjakan segera dilakukan, dengan target pengerjaan mulai tahun depan.
"Hari ini, saya minta kajian agar tahun depan bisa dilandaikan," tegasnya.
Pendekatan serupa di Jalan Hanoman dinilai cukup berhasil dalam menurunkan angka kecelakaan. Oleh karena itu, Pemkot berharap solusi pelandaian ini dapat menjadi jalan keluar yang signifikan untuk mengurangi risiko fatal di tanjakan Silayur.
Silayur, Tanjakan Mematikan yang Membutuhkan Perubahan
Tanjakan Silayur, yang masih menjadi bagian dari Jalan Prof. Hamka, kini tidak hanya dikenal sebagai jalur transportasi vital tetapi juga sebagai titik rawan kecelakaan yang menyeramkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya