"Kami belum bisa bekerja maksimal karena APBN belum dicairkan," kata Hanung.
Dia mengakui bahwa efisiensi anggaran yang digalakkan pemerintah pusat sangat berpengaruh terhadap pembangunan di daerah. Disampaikannya, perkerjaan yang berasal dari dana alokasi khusus umum dan dana alokasi khusus yang dari APBN terkena imbas efisiensi anggaran.
Jika sebelumnya anggaran perawatan jalan provinsi per 1 km mencapai Rp 88 juta hingga Rp100 juta, kini dipangkas hampir 70 persen.
"Tahun ini ada perhitungan ulang, jadi sekitar Rp30 juta/km, berat," ungkapnya.
Pihaknya juga harus memutar otak untuk menjalankan rapat-rapat bersama jajarannya. "Rapat-rapat di hotel kami minimalkan. Kalau ada ruangan milik pemerintah yang cukup, kami pakai," ucapnya.
Kendati melangkah dengan penuh keterbatasan, pihaknya tetap berusaha perbaikan jalan dengan anggaran yang ada. Pihaknya memastikan bahwa kepentingan dan keselamatan warga menjadi yang paling diutamakan.
"Kami pastikan pelayanan masyarakat tetap jadi yang utama," tandasnya.
Kontributor : Sigit Aulia Firdaus
Baca Juga: Pembukaan Musrenbang 2025, Pj Gubernur Jateng Minta Masukan Fokus pada Kepentingan Masyarakat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama