SuaraJawaTengah.id - Kreativitas menjadi kata kunci yang sukses dijual di Wisticy Outfit. Pilihan kain bermotif cantik, yang dipadukan dengan warna-warna terang, cerah, berani menjadikan produk Wisticy Outfit banyak diminati.
"Kami menjual ready to wear, yang menggunakan wastra Nusantara, dengan memadukan konsep cutting lesswaste. Artinya, pola yang dikonsep, kami usahakan tidak menghasilkan sisa kain banyak. Kain sekecil apapun akan kami pakai, yang dipadupadankan menjadi satu produk yang limited edition," ujar pemilik Wisticy Outfit, Iswati, yang ditemui Suara.com, dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, di ICE BSD City Nusantara, Kamis (30/1/2025).
Tidak hanya pakaian, Wisticy Outfit menghasilkan berbagai karya, misalnya tas, bros, topi, dompet yang penuh warna dan terkesan ceria. Harganya variatif, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah.
Menurut Iswati, jenis yang paling banyak dipilih kalangan muda adalah outer, yang bisa dikenakan sebagai penyempurna fashion. Bentuknya kurang lebih seperti jas, tanpa kancing, yang didesain dengan tambahan rumbai atau warna-warna berani. Harganya sekitar Rp450-an ribu per piece.
Perempuan yang mempekerjakan 4 pengrajin ini mengatakan, omzet bulanan butik yang telah dibuka sejak 2018 ini telah menghasilkan antara Rp20 juta hingga 50 juta.
Saat ini, Wisticy Outfit masih fokus pada pasar lokal, namun kebanyakan pelanggannya berasal dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Bali.
”Pengen juga ke pasar ekspor, tapi sepertinya masih perlu survei lebih lanjut tentang kesukaan motif dan warna. Kalau buat orang Eropa kan, bisa saja mereka lebih suka motif ketimbang warna misalnya. Itu yang masih harus saya dalami,” ujarnya.
Ketika ditanya motivasinya ikut dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Iswati mengatakan ingin menambah eksposur produknya. Tujuan jangka panjangnya tentu masuk pasar ekspor.
”Tapi saat ini, saya ingin meningkatkan dulu kapasitas produksi dan bisa menjual lebih banyak produk. Saya ingin menambah jumlah loyal customer atau customer baru,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Hobi Coklat Jadi Omzet Jutaan: Simak Kisah Inspiratif Cokelat Ndalem
Iswati mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh BRI ini. Ia berharap, kesempatan ini bisa menyempurnakan berbagai ilmu yang telah ia dapat di Rumah BUMN terkait peluang ekspor ke depan.
”Banyak yang harus saya pelajari soal ekspor. Saya berharap, BRI bisa membuka peluang ini buat saya,” ujar lulusan jurusan Teknik Sipil UGM ini.
Berita Terkait
-
Dari Hobi Coklat Jadi Omzet Jutaan: Simak Kisah Inspiratif Cokelat Ndalem
-
Manfaatkan BRI UMKM EXPO(RT), Serius Pangan Nusantara Siap Perluas Pasar
-
Optimalkan Layanan Keuangan, Bapas Semarang Gandeng BRI Pattimura
-
BRI Semarang dan PSMTI Jateng Gelar Aksi Donor Darah
-
Kemenkum Jateng dan BRI Semarang Perkuat Sinergi Layanan Keuangan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan