SuaraJawaTengah.id - Hujan akhirnya tumpah di atas Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Magelang. Menyambut kembalinya seorang muslim dalam pelukan Islam.
Ramadan tahun ini mungkin yang paling indah bagi Estri Nuryaningsih dan putranya Benediktus Ruben Valencia Putra. Keduanya mengucap syahadat ditengah bulan suci.
Dengan suara bergetar menahan tangis, Estri membacakan ikrar masuk Islam. “Saya mau nangis. Gemetar. Deg-degan teringat dosa-dosa saya. Waktu baca pernyataan itu perasaan saya nggak bisa dipendam.”
Estri yang saat ini menginjak usia 38 tahun, lahir dan dibesarkan dalam keluarga Islam. Saat menikah, dia memutuskan memeluk agama Katolik mengikuti keyakinan suaminya.
“Dulu saya Islam. Pernikahan saja (alasan dulu memeluk Katolik). Sekarang kayak ginilah. Sampai tersentuh (agama Islam). Banyaklah liku-likunya seperti itu,” kata Estri usai mengucapkan syahadat.
Keluarga Beda Agama
Estri dikarunia 4 anak. Hanya putra pertamanya, Ruben Valencia Putra yang saat ini berusia 17 tahun, ikut memeluk Katolik. “Yang 3 memang saya Islam-kan dari lahir. Hanya yang besar ini (tetap memeluk Katolik).”
Masalah perbedaan agama dalam satu keluarga, menjadi salah satu alasan Estri memilih kembali memeluk Islam. Saat Natal misalnya, Estri dan Ruben terpaksa sembunyi-sembunyi pergi mengikuti misa di gereja.
Saat Ramadhan, dia juga tidak bisa mendampingi ketiga anaknya yang lain menjalani ibadah puasa. “Sehari-hari kan beda. Kayak kontra begitu. Tadi anak saya sudah bilang ‘nanti kita bisa salat bareng ya bu’. Sudah bahagia.”
Baca Juga: Hari Pertama Retreat Kepala Daerah Full Belajar di Kelas, Peserta Sakit dapat Dispensasi
Panggilan Hati
Bagi Estri, anak-anak memiliki andil besar dalam membulatkan tekadnya untuk kembali memeluk Islam. Dorongan paling kuat untuk menjadi mualaf justru datang dari Ruben.
Keluarga Estri tinggal di Tegalrejo yang kebanyakan muslim. Ruben bahkan sudah sering ikut-ikutan salat tarawih bersama teman-temannya.
Sudah sejak lama Estri punya keinginan untuk kembali mengikrarkan syahadat. Tapi entah mengapa keinginan itu seperti tersendat.
“Tidak ada rencana. Tiba-tiba anak saya (Ruben) juga tersentuh. ‘Ayo bu’. Tumben-tumbenan begitu. Dari dulu kan masih selisih ya. Sudah lama sebenarnya, hanya baru kali ini Allah bukakan.”
Estri mengaku menghargai pilihan orang untuk memeluk agama masing-masing. Rasa toleransi itu yang dipegang oleh keluarganya sehingga tetap bisa akur meski berbeda keyakinan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir
-
5 Fakta Mengejutkan Dibalik Video Viral Pengejaran Begal Payudara di Pati
-
BRI Semarang Tebar Berkah Ramadan, Berbagi Makanan Berbuka untuk Pengendara
-
BRI KPR Berikan Kemudahan Akses Pembiayaan untuk Wujudkan Rumah Impian
-
Jateng Bakal Diserbu 17 Juta Pemudik, Gubernur Luthfi Gerak Cepat Amankan Stok Pangan