Wilayah yang diprediksi mengalami gelombang tinggi antara lain Laut Cina Selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timur, dan Laut Arafuru. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan operator transportasi laut, untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di perairan tersebut.
Selain itu, masyarakat di pesisir Lampung dan Maluku Tengah juga diminta mewaspadai potensi banjir rob akibat pasang air laut yang tinggi. Fenomena ini berisiko menyebabkan genangan air di daerah pesisir serta mengganggu aktivitas warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah rendah dekat garis pantai.
Dampak dan Langkah Antisipasi
Kondisi cuaca ekstrem dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari banjir, pohon tumbang, hingga gangguan lalu lintas akibat visibilitas rendah. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah antisipatif guna mengurangi risiko bencana yang dapat ditimbulkan akibat cuaca buruk ini.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Gendong Bayi, Lepas Ribuan Pemudik Gratis ke Jateng dari Jakarta!
Beberapa langkah antisipasi yang disarankan antara lain:
- Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan petir – Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, disarankan membawa perlengkapan seperti jas hujan dan payung.
- Memastikan saluran air tidak tersumbat – Agar air hujan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menyebabkan genangan atau banjir.
- Menghindari parkir kendaraan di bawah pohon besar atau baliho – Angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang atau baliho roboh, yang dapat membahayakan keselamatan.
- Meningkatkan kewaspadaan saat berkendara – Hujan deras dan angin kencang dapat mengurangi jarak pandang serta meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
- Memantau informasi cuaca secara berkala – Warga diimbau untuk selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG atau media terpercaya lainnya.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem dan mengurangi risiko dampak yang ditimbulkan. BMKG juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan mitigasi bencana dapat dilakukan secara optimal di berbagai daerah terdampak.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat mengakses laman resmi BMKG atau menggunakan aplikasi BMKG Info untuk mendapatkan pembaruan cuaca secara real-time.
Berita Terkait
-
H+3 Lebaran: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hingga Petir
-
Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Mudik Lebaran 2025, Ini Daftar Daerah Rawan
-
Terjadi Musim Pancaroba Selama Periode Lebaran, Pengelola Wisata Diminta Siapkan Mitigasi Bencana
-
Puncak Arus Mudik Terjadi Hari Ini, Polda Jateng Terapkan One Way dari Tol Kalikangkung hingga Bawen
-
Mudik Lebaran 2025, Siap-siap Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Ancam Penyeberangan!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara
-
Wapres Gibran Mudik, Langsung Gercep Tampung Aspirasi Warga Solo!