SuaraJawaTengah.id - Tradisi tahlilan merupakan bagian dari ritual keagamaan yang umum dijumpai di kalangan Muslim di Indonesia, terutama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam tahlilan, bacaan doa, dzikir, dan surat-surat tertentu dari Al-Qur’an dibacakan bersama-sama untuk mendoakan orang yang telah wafat. Salah satu bacaan yang hampir selalu hadir dalam tahlilan adalah Surat Yasin. Lantas, mengapa Surat Yasin dibacakan dalam tahlilan?
Makna dan Keutamaan Surat Yasin
Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 83 ayat. Surat ini tergolong Makkiyah, diturunkan di Mekkah sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Dalam banyak hadis, Yasin disebut sebagai "jantung Al-Qur’an" (qalbul Qur’an), menunjukkan kedudukannya yang istimewa.
Salah satu hadis yang paling populer terkait keutamaan Surat Yasin adalah sebagai berikut:
"Segala sesuatu memiliki jantung, dan jantungnya Al-Qur'an adalah Yasin. Barang siapa membacanya, Allah akan mencatat baginya pahala seperti membaca Al-Qur'an sepuluh kali." (HR. Tirmidzi dan ad-Darimi, namun sanadnya diperselisihkan di kalangan ulama)
Meskipun derajat hadis ini masih menjadi perdebatan, banyak ulama terutama dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah yang menggunakannya sebagai dasar untuk mengamalkan bacaan Surat Yasin secara rutin, termasuk dalam momen-momen khusus seperti tahlilan, malam Jumat, atau ketika seseorang sedang sakaratul maut.
Beberapa ayat dalam Surat Yasin memang memiliki korelasi dengan tema kehidupan dan kematian. Misalnya:
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan."(QS. Yasin: 12)
Baca Juga: Doa Setelah Baca Surat Yasin Ayat 1-83 Latin
Ayat ini menjadi salah satu alasan mengapa Yasin dibaca dalam rangkaian doa untuk orang yang telah meninggal. Kandungan ayat ini memperkuat keyakinan bahwa amal-amal kebaikan, termasuk doa dari yang hidup, akan sampai dan memberi manfaat bagi orang yang telah wafat.
Dalam tradisi Islam, terdapat keyakinan bahwa bacaan Al-Qur’an, terutama yang diniatkan untuk mayit, bisa menjadi sadaqah jariyah atau amal yang terus mengalir. Ini juga didukung oleh hadis:
"Apabila anak Adam wafat, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya."(HR. Muslim)
Dari sini, dapat dipahami bahwa membacakan Surat Yasin dalam tahlilan merupakan bentuk doa dan amal baik dari keluarga atau kerabat yang masih hidup, sebagai wujud cinta dan harapan agar pahala bacaan tersebut menjadi penolong di alam kubur.
Tahlilan sebagai Tradisi Islam Nusantara
Tahlilan bukanlah bagian dari ibadah yang wajib atau sunnah muakkadah secara eksplisit dalam Al-Qur’an atau hadis. Namun, tradisi ini berkembang dalam budaya Islam Nusantara sebagai bentuk solidaritas sosial dan spiritual pasca-kematian seseorang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
7 Fakta Hasil Visum Syafiq Ali, Ungkap Perkiraan Waktu Kematian dan Kondisi Luka
-
Gebrakan Awal 2026: Ribuan Talenta Sepak Bola Putri Unjuk Gigi di MLSC Semarang
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya