Keluarga membawa paranormal dan bahkan seorang kiai. Hasilnya mengejutkan. Disebutkan bahwa rumah tersebut adalah tempat pesugihan. Rekan Bang Jo diyakini menjadi “wadal”—tumbal karena si pemilik rumah gagal menepati janji gaibnya.
Sejak saat itu, Bang Jo memutuskan berhenti berdagang. Ia menjual perlengkapan gerobaknya dan fokus menjadi penjaga parkir serta petugas kebersihan makam.
"Saya pasrah. Kalau dipaksa dagang terus, bisa-bisa saya yang hilang selanjutnya," ucapnya.
Meski begitu, kenangan malam-malam mencekam itu masih membekas di pikirannya. Setiap melewati rel atau pemakaman, ia teringat sosok tanpa kepala yang pernah menampakkan diri kepadanya.
Kini, Bang Jo hidup lebih tenang. Tapi ia tahu, kisah lamanya akan selalu menjadi bagian dari sejarah hidupnya—sebuah peringatan akan bahaya yang tak terlihat di balik gelapnya malam.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun