SuaraJawaTengah.id - Kematian tak selamanya menjadi akhir dari cerita. Di beberapa tempat, ia justru menjadi awal dari teror yang tak terbayangkan. Cerita horor yang lahir dari kematian tragis bukanlah hal baru di tanah Jawa, di mana keyakinan akan arwah gentayangan masih kuat mengakar.
Salah satu kisah yang paling mengguncang datang dari Karawang, sebuah daerah yang tak asing dengan cerita seram tentang seorang maling yang tewas dikeroyok massa, dan bagaimana arwahnya kemudian menghantui satu kampung.
Ini cerita horor arwan maling korban main hakim sendiri yang bikin geger.
Diketahui, amuk warga terhadap seorang maling motor yang tertangkap basah menciptakan luka yang lebih dalam dari sekadar tragedi kriminal.
Di sebuah lapangan becek yang biasa dijadikan tempat main anak-anak, seorang pria tewas dikeroyok dengan kayu dan batu hingga tubuhnya hancur tak dikenali. Namun, warga tak menyangka bahwa kematian itu akan membuka gerbang teror baru di kampung mereka.
Ahmad, warga kampung yang menjadi saksi mata, mengisahkan bagaimana ia melihat tubuh korban tergeletak bersimbah darah.
“Tangannya sudah gak berbentuk, darah di mana-mana, baunya amis banget,” ujarnya dengan sorot mata yang belum bisa melupakan malam itu.
Sejak kejadian tersebut, suasana kampung berubah drastis.
Malam-malam berikutnya menjadi awal dari gangguan yang tak kasatmata. Suara rintihan lirih terdengar dari arah lapangan. Ketukan halus di pintu rumah disusul dengan suara memohon ampun.
Baca Juga: Kisah Sekeluarga Terjebak di Kontrakan Horor, Banyak Hantu yang Menyerupai
Beberapa warga yang berani mengintip dari jendela justru mendapati sosok bayangan berdiri diam dalam gelap.
Pak Amo, tukang bakso keliling, menjadi korban pertama dari gangguan visual. Malam itu ia baru pulang berdagang dan melihat sosok laki-laki dengan tubuh rusak berdiri di ujung jalan, dekat lapangan.
“Matanya kayak kosong, bajunya compang-camping, gue lari langsung ninggalin gerobak,” kisahnya.
Dilansir dari YouTube Lentera Malam pada Selasa, 6 Mei 2025, pengalaman Pak Amo bukan satu-satunya. Pak Didi, tukang somay, mengaku pernah bertatap muka dengan sosok tersebut.
Tapi alih-alih lari, ia malah membaca doa dengan lantang. Menurutnya, makhluk itu sempat berkomunikasi secara batin, menyampaikan penyesalan atas perbuatannya.
“Dia bilang ini pertama kalinya dia maling, karena kehilangan kerjaan dan butuh uang buat anaknya. Dia salah, tapi keluarganya jangan disalahkan,” ucap Pak Didi mengutip pesan batin yang ia rasakan malam itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga