SuaraJawaTengah.id - Primbon Jawa telah menjadi rujukan budaya dan spiritual masyarakat Jawa selama ratusan tahun.
Salah satu unsur penting dalam Primbon adalah weton, yakni kombinasi hari lahir dalam kalender Jawa yang dipercaya membawa pengaruh terhadap watak, rejeki, kesehatan, hingga jodoh seseorang.
Salah satu weton yang banyak menarik perhatian adalah Jumat Legi.
Dalam Primbon Jawa, weton Jumat Legi terdiri dari hari Jumat yang memiliki neptu 6 dan pasaran Legi yang memiliki neptu 5, sehingga total neptunya adalah 11.
Neptu ini diyakini menjadi dasar untuk memahami karakter dan arah kehidupan seseorang.
Watak dan Kepribadian
Menurut kitab Primbon "Betaljemur Adammakna", seseorang yang lahir pada weton Jumat Legi dikenal memiliki sifat yang bijaksana, halus dalam bertutur kata, dan memiliki budi pekerti yang luhur.
Mereka sering digambarkan sebagai pribadi yang tenang dan mampu menjadi penengah dalam berbagai konflik.
Watak lainnya yang mencolok dari Jumat Legi adalah sikap rendah hati dan suka menolong. Mereka mudah bersosialisasi dan cenderung memiliki banyak teman karena sifatnya yang tidak suka mencari musuh.
Baca Juga: Minggu Pahing dalam Primbon Jawa: Karakter Kuat Tapi Rezeki Naik Turun
Dalam kehidupan sosial, Jumat Legi dianggap memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi serta empati yang mendalam terhadap penderitaan orang lain.
Namun, sebagaimana weton lainnya, Jumat Legi juga memiliki sisi negatif. Dalam catatan Primbon, orang dengan weton ini kadang terlalu lembut sehingga mudah dimanfaatkan oleh orang lain.
Mereka juga bisa ragu-ragu dalam mengambil keputusan penting dan kerap menunda-nunda suatu tindakan karena takut menyakiti orang lain.
Rejeki dan Karier
Dari sisi rejeki, Jumat Legi termasuk dalam kelompok weton yang sedang. Mereka bukanlah tipe orang yang mengejar kekayaan secara agresif, namun lebih kepada orang yang mencari keberkahan dan ketenangan dalam hidup.
Dalam Primbon disebutkan bahwa rejeki Jumat Legi biasanya datang dari usaha yang berhubungan dengan pelayanan, seperti guru, konsultan, pekerja sosial, atau profesi yang membantu orang lain.
Rejeki mereka cenderung stabil meski tidak melimpah, namun jika mampu menjaga konsistensi dan kejujuran, maka keberuntungan bisa mengikuti.
Primbon juga mencatat bahwa Jumat Legi kurang cocok jika bekerja dalam bidang yang penuh tekanan atau kompetisi tinggi, karena bisa menyebabkan stres dan mengganggu stabilitas emosinya.
Satu catatan penting adalah bahwa Jumat Legi sangat tergantung pada lingkungan dan pasangan hidupnya dalam hal keberuntungan. Jika mereka mendapat pasangan yang cocok secara neptu dan watak, maka rejeki dan kehidupan rumah tangga bisa sangat harmonis.
Jodoh dan Kehidupan Cinta
Dalam urusan asmara, Jumat Legi dikenal setia dan tulus mencintai pasangannya. Mereka tidak suka main-main dan cenderung serius dalam menjalin hubungan.
Oleh karena itu, mereka lebih cocok dengan pasangan yang memiliki sifat stabil, sabar, dan mampu memahami perasaannya.
Menurut perhitungan kecocokan neptu dalam Primbon, Jumat Legi paling cocok dengan weton-weton yang total neptunya berjumlah 7, 12, atau 17, seperti Selasa Pon (7), Rabu Kliwon (12), atau Kamis Legi (17).
Kombinasi ini dipercaya dapat membawa keharmonisan dan kelanggengan dalam rumah tangga.
Sebaliknya, Jumat Legi disarankan menghindari pasangan dengan total neptu 11 (sama seperti dirinya) karena dikhawatirkan akan terjadi “senggolan watak” yang menyebabkan konflik dalam rumah tangga.
Meskipun demikian, hal ini bukanlah ketentuan mutlak, melainkan nasihat kultural agar lebih berhati-hati dalam memilih pasangan.
Catatan Spiritual dan Hari Baik
Dalam kepercayaan Jawa, Jumat Legi juga dianggap sebagai hari yang memiliki aura spiritual kuat.
Banyak kegiatan adat atau ritual, seperti ruwatan, slametan, hingga tirakat, dilakukan pada Jumat Legi karena diyakini sebagai waktu yang penuh berkah dan ketenangan batin.
Bahkan di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jumat Legi dijadikan hari pasaran khusus untuk ziarah atau kegiatan spiritual karena dianggap membawa energi positif dan kemudahan dalam doa.
Meski zaman telah berubah dan ilmu pengetahuan semakin maju, tradisi membaca weton tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa.
Ramalan weton seperti Jumat Legi tidak dimaksudkan untuk menentukan nasib secara mutlak, namun lebih sebagai sarana refleksi diri dan penjagaan harmoni dalam hidup.
Sebagaimana tertulis dalam berbagai Primbon, "urip iku kudu eling lan waspada" hidup harus dijalani dengan kesadaran dan kehati-hatian.
Maka, memahami weton bukan hanya soal ramalan Primbon Jawa, tapi juga tentang mengenali potensi dan kekurangan diri untuk hidup yang lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga