Lebih lanjut, Sukirman menuturkan bahwa kejadian semacam ini bukan yang pertama kali menimpa tambaknya. Sebelumnya, ia telah mengalami tiga kali kematian ikan secara mendadak dalam skala besar.
Namun, sejauh ini tidak pernah ada tindak lanjut dari pihak berwenang. Tak ada penyelidikan mendalam, apalagi bantuan atau ganti rugi.
“Tidak pernah ada ganti rugi atau bantuan, saya orang kecil bisa apa,” katanya dengan raut wajah sedih.
DLH Turun Tangan
Peristiwa kematian massal ikan ini akhirnya menarik perhatian publik, terutama setelah viral di media sosial karena bau busuk yang mengganggu pengguna jalan Pantura Semarang-Demak.
Menyikapi keluhan masyarakat dan pemberitaan yang muncul, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak akhirnya turun tangan dan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.
Petugas DLH melakukan pengambilan sampel air dari tambak Sukirman serta dari saluran pembuangan di sekitar lokasi. Dari hasil awal pengecekan, pH air berada di angka 7,83, yang menurut mereka masih tergolong dalam batas normal.
“Kondisi airnya kami cek masih normal,” ujar Safril, Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Demak.
Namun demikian, Safril menambahkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti dari kematian ikan-ikan tersebut.
Baca Juga: 5 Peran Penting Kota Pesisir Pantura Jawa Tengah dalam Penyebaran Islam
Menurutnya, pada saat pengecekan, kondisi tambak sudah sempat terendam banjir rob, sehingga kemungkinan besar air yang tercampur dari berbagai sumber sudah mengubah kualitas air saat awal kejadian.
“Pengecekan kami kan sudah dua hari setelah kejadian, pas kejadian kami tidak tahu kondisi airnya seperti apa,” jelasnya.
“Dugaan sementara belum berani kami pastikan,” imbuh Safril.
Gangguan di Jalan Raya
Tak hanya petani yang dirugikan, peristiwa ini juga berdampak pada pengguna jalan. Bau busuk yang berasal dari bangkai ikan di tambak Sukirman, ditambah ikan-ikan mati yang ikut terbawa air rob hingga ke bibir jalan Pantura, menyebabkan ketidaknyamanan luar biasa.
Banyak pengendara terpaksa menutup hidung saat melewati wilayah tersebut, bahkan menimbulkan kemacetan karena banyak yang melambatkan laju kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Hadirkan Web Series Penghuni Rumah Warisan Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Unlimited 5G
-
Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD
-
Sudah Jadi Cagar Budaya, Eks Stasiun Banjarnegara Dibongkar, KAI Segera Turun Cek Kondisi
-
Sudah Jadi Cagar Budaya, Eks Stasiun Banjarnegara Malah Dibongkar untuk Perkantoran
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru