“Gerakan pencegahan DBD melalui peningkatan kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi budaya. Bukan hanya saat terjadi lonjakan kasus saja,” tambah politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan untuk memperkuat basis data sebaran kasus, memperluas kampanye edukatif, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan.
“Dengan data yang akurat dan pemahaman masyarakat yang baik, maka upaya menekan angka kematian akibat DBD bisa dicapai secara lebih cepat dan efektif,” tandas Sarif.
Melihat tren yang ada, sudah saatnya semua pihak menempatkan penanganan DBD sebagai prioritas dalam kebijakan dan tindakan sehari-hari. Jangan tunggu lebih banyak nyawa melayang hanya karena lalai dalam menjaga lingkungan dan menunda aksi pencegahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir
-
5 Fakta Mengejutkan Dibalik Video Viral Pengejaran Begal Payudara di Pati
-
BRI Semarang Tebar Berkah Ramadan, Berbagi Makanan Berbuka untuk Pengendara
-
BRI KPR Berikan Kemudahan Akses Pembiayaan untuk Wujudkan Rumah Impian