Dalam satu bulan terakhir, program tersebut berhasil mengumpulkan 102,5 kg botol plastik atau sekitar 5.482 botol. Program ini didukung oleh 132 pengguna aktif dengan total 416 transaksi.
Dampaknya tidak hanya terasa pada pengurangan sampah visual di SPBU, tetapi juga secara signifikan berdampak pada lingkungan.
Berdasarkan perhitungan, aksi pengumpulan plastik ini berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebanyak 542.718 gram CO atau setara 542 kg karbon, serta menyelamatkan lahan seluas 86,62 meter persegi dari pencemaran plastik.
Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi masyarakat, Pertamina memberikan reward berupa voucher BBM senilai Rp25.000 kepada pengguna yang berhasil mengumpulkan botol plastik dalam jumlah tertentu. Hingga saat ini, tercatat 30 pengguna telah berhasil menukarkan botol plastiknya dengan reward tersebut.
Langkah Inklusif Menuju Energi Hijau Nasional
Pertamina menegaskan bahwa program-program berbasis partisipasi seperti ini akan terus dikembangkan ke lebih banyak titik SPBU, khususnya di daerah wisata dataran tinggi yang dikenal membutuhkan energi bersih dan efisien. Edukasi dan fasilitas penukaran botol plastik diharapkan menjadi model ideal pengelolaan limbah berbasis komunitas.
“Ke depan, kami akan terus evaluasi dan informasikan perkembangan perluasan outlet ini. Kami juga akan mengkomunikasikan ketersediaannya kepada para ATPM kendaraan bermotor agar masyarakat semakin mengetahui bahwa BBM oktan tinggi dan ramah lingkungan sudah tersedia,” ujar Taufiq.
Dengan semangat ini, libur sekolah bukan hanya menjadi waktu rekreasi, tetapi juga momentum reflektif untuk memulai kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.
Baik melalui pilihan bahan bakar kendaraan maupun kontribusi kecil seperti menukarkan botol plastik, warga Semarang telah menunjukkan bahwa gaya hidup hijau bisa dimulai dari hal sederhana — dan dimulai sekarang.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2025: Pertamax Jadi Andalan Pemudik, Konsumsi Naik 77 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi untuk Perempuan Lebih Berdaya
-
3 Fakta Aksi Curang UTBK di Undip: Tanam Logam di Telinga Berakhir di Kantor Polisi
-
Kronologi Aksi curang peserta UTBK di Undip, Ketahuan Metal Detector!