Langkah berani ini juga merupakan bentuk kritik internal terhadap komersialisasi budaya yang berlebihan. Secara sadar, panitia memutuskan untuk tidak mendaftarkan DCF 2025 dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program prestisius dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menjadi tolok ukur festival daerah.
“Kami ingin tahun ini lebih santai, tidak dibebani ekspektasi terlalu tinggi. Kami sedang mengukur: seberapa besar minat publik terhadap DCF tanpa Jazz Atas Awan?” ungkap Alif.
Keputusan ini adalah sebuah pertaruhan. Meski berisiko menurunkan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan, langkah ini dianggap krusial untuk menjaga muruah dan identitas asli DCF agar tidak tergerus modernitas.
Sebagai inovasi, DCF XV juga mengundang 200 peserta untuk hadir mengenakan busana adat daerah masing-masing, lengkap dengan pusaka, untuk ikut serta dalam kirab budaya. Tujuannya adalah menciptakan interaksi budaya Nusantara di atas awan.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Nasib Jazz Atas Awan
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyambut baik dan mendukung penuh kreativitas panitia. Baginya, DCF adalah jendela utama untuk mempromosikan pariwisata, budaya, dan tradisi Banjarnegara yang harus terus dijaga.
“DCF adalah jendela budaya Banjarnegara. Saya sangat mengapresiasi kreativitas panitia, dan saya pastikan, kalau tidak datang, akan menyesal,” katanya dikutip dari ANTARA.
Lalu, bagaimana nasib Jazz Atas Awan? Alif Faozi memastikan festival musik ini tidak mati. Agenda tersebut akan tetap digelar, namun sebagai acara mandiri yang terpisah dari DCF, dengan waktu, lokasi, dan konsep baru yang sedang dimatangkan.
“Jazz Atas Awan tidak hilang, tapi diberi panggung sendiri. Agar DCF bisa bernapas budaya, dan jaz bisa tumbuh sebagai festival musik pegunungan yang mandiri,” pungkas Alif.
Baca Juga: Embun Beku Kembali Selimuti Kompleks Candi Arjuna Dieng, Jadi Buruan Wisatawan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Krisis Ladang Tani hingga Demam AI Global Jadi Biang Kerok Inflasi Jawa Tengah Mei 2026
-
Di Ambang Putus Sekolah, Ribuan Anak Miskin Jateng Diselamatkan Program Sekolah Kemitraan
-
Tegas! Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Anggaran Diprioritaskan untuk Perbaiki Jalan Berlubang
-
Kejurnas Sprint Rally Dongkrak Pengembangan Sport Tourism Jawa Tengah
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang