SuaraJawaTengah.id - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, menegaskan pentingnya memastikan Pulau Nusakambangan berfungsi sepenuhnya sebagai Kawasan pembinaan Warga Binaan.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sambutannya pada acara bakti sosial di Sesko Daun Lumbung (Ksatrian Amirul Isnaini) Cilacap, Senin (8/9//2025).
Menteri Agus mengajak jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Provinsi Jawa Tengah yang turut hadir dalam kesempatan tersebut untuk mendukung penataan kawasan agar sesuai dengan mandat Pemasyarakatan.
Menteri Agus menyampaikan bahwa tanah-tanah yang saat ini ditempati warga di pulau Nusakambangan perlu dikembalikan sesuai peruntukannya sebagai tempat pembinaan terpadu sesuai dengan revitalisasi pemasyarakatan.
Ia pun meminta kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah harus melakukan pendekatan yang mengedepankan keadilan sosial dengan cara pemberian penghargaan dan kompensasi layak kepada warga terdampak.
"Kami ingin memastikan bahwa proses penataan ini tidak menimbulkan keresahan. Jika perlu, lahan yang dikuasai masyarakat dapat dialihkan secara bertahap melalui pemberian kerahiman," ujar Menteri Agus.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agus turut mengingatkan agar komunikasi di antara jajaran Kemenimipas dan Forkopimda berjalan konstruktif.
Ia berharap proses penyesuaian kawasan dan juga revitalisasi Pemasyarakatan di Nusakambangan tidak menimbulkan konflik atau kesalahpahaman.
"Kami berharap Kalapas (Kepala Lembaga Pemasyarakatan) dan Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) dapat menjalin komunikasi yang baik dengan Forkopimda dan masyarakat agar proses ini berjalan dengan saling pengertian," tegas Menteri Imipas.
Baca Juga: Jelang Hari Anak Nasional, Menteri Imipas Soroti Pembinaan Anak di LPKA
Mengakhiri sambutannya, Menteri Agus menekankan bahwa tujuan utama penataan ini adalah memperkuat sistem pembinaan Warga Binaan secara aman dan terpadu serta mendorong revitalisasi Pemasyarakatan di Nusakambangan.
“Kita semua adalah bagian dari keluarga besar bangsa ini. Apa yang kami lakukan adalah demi menyelenggarakan pembinaan yang lebih baik dan tertib, bukan untuk memisahkan, namun untuk memperkuat,” tutup Menteri Agus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Sarif Abdillah: Konsumsi Ikan Penting untuk Gizi dan Ekonomi Nelayan di Jawa Tengah
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima
-
Stefan Keeltjes Masuk Nominasi Best Coach Pegadaian Championship 2025/2026
-
Korban Skandal Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati Tak Perlu Takut, Ombudsman dan LPSK Jamin Perlindungan
-
El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan