- Surat Al-Kahfi ajarkan bahwa iman lebih utama dari harta; dunia fana, akhirat yang abadi.
- Ujian kaya dan miskin sama berat, kesombongan atas nikmat dunia membawa kehancuran.
- Nasihat sahabat beriman jadi pengingat, iman dan syukur lebih berharga dari kebun megah.
SuaraJawaTengah.id - Surat Al-Kahfi mengandung banyak kisah penuh hikmah, salah satunya adalah tentang dua orang sahabat dengan kondisi berbeda: yang satu hidup sederhana namun beriman, sementara yang lain kaya raya namun kufur.
Kisah yang Allah ﷻ abadikan dalam ayat 32–44 ini bukan sekadar cerita, melainkan pelajaran hidup yang relevan sepanjang masa. Sebagaimana dikutip dari Yufid TV, berikut adalah tujuh hikmah penting yang bisa kita ambil dari kisah pemilik dua kebun
1. Harta Bukan Segalanya
Allah ﷻ dalam Surat Al-Kahfi ayat 32–33 menggambarkan dengan sangat jelas perbedaan nasib antara dua orang sahabat. Yang pertama adalah seorang mukmin yang hidup sederhana, tidak memiliki banyak harta, namun ia tetap teguh dalam iman.
Sebaliknya, sahabatnya yang lain dikaruniai kekayaan luar biasa: dua kebun anggur yang subur, dipenuhi pohon kurma, ladang yang luas, serta aliran sungai yang menjadikan kebun itu makmur dan indah.
Semua orang yang melihatnya tentu beranggapan bahwa si kaya lebih mulia, lebih beruntung, dan lebih layak dibanggakan.
Namun Allah ﷻ ingin mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan di sisi-Nya bukanlah tumpukan harta atau megahnya kebun, melainkan keimanan yang menetap dalam hati.
Harta yang melimpah bisa lenyap sekejap, sedangkan iman yang kokoh akan menjadi bekal abadi hingga akhirat. Inilah pelajaran penting bagi manusia agar tidak silau oleh gemerlap dunia.
2. Ujian Kaya dan Ujian Miskin Sama Beratnya
Baca Juga: Kode Redeem FF Hari Ini 18 September 2025: Banjir Skin Senjata dan Bundle Langka, Gratis!
Orang beriman diuji dengan kesempitan hidup, sementara si kaya diuji dengan kelapangan rezeki. Allah menguji apakah manusia tetap bersyukur, rendah hati, dan taat, atau malah sombong serta kufur.. Dua jenis ujian ini sama-sama berat, hanya caranya berbeda.
3. Bahaya Kesombongan atas Nikmat Dunia
Pemilik kebun yang kaya masuk ke dalam kebunnya dengan penuh kebanggaan. Ia membandingkan dirinya dengan sahabatnya yang miskin, berkata bahwa hartanya lebih banyak dan pengikutnya lebih kuat. Kesombongan ini membuatnya menzalimi dirinya sendiri karena lupa bahwa semua nikmat berasal dari Allah
4. Lupa pada Kematian dan Akhirat
Si kaya merasa kebunnya tidak akan pernah binasa. Ia bahkan meragukan adanya hari kiamat. Pandangan ini memperlihatkan bagaimana harta bisa membutakan hati, seolah dunia yang fana akan abadi. Padahal, kematian dan hari perhitungan pasti datang tanpa bisa ditolak.
5. Nasihat Sahabat Beriman
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran