- Pertanyaan “perkenalkan diri Anda” penting dalam wawancara karena membentuk kesan pertama pewawancara.
- Sapaan sopan, latar pendidikan singkat, pengalaman relevan, dan antusiasme jadi kunci utama sukses.
- Akhiri dengan ucapan terima kasih dan optimisme untuk tunjukkan sikap profesional dan percaya diri.
3. Ceritakan Pengalaman yang Relevan dengan Pekerjaan
Meskipun kamu seorang fresh graduate, bukan berarti kamu tidak punya pengalaman yang bisa diceritakan. Pengalaman magang, organisasi, atau proyek kampus bisa menjadi bahan cerita yang relevan.
Misalnya, jika kamu melamar posisi di bidang HR, ceritakan bagaimana kamu pernah mengikuti kegiatan kampus yang memperkenalkan dunia kerja, atau pengalaman magang di bagian personalia. Muhammad Nur memberi contoh:
“Saat kuliah, saya pernah mengikuti program pengenalan perusahaan yang memperlihatkan bagaimana pengelolaan sumber daya manusia dilakukan. Dari situ saya semakin tertarik dengan bidang HR.”
Kuncinya adalah menunjukkan bahwa kamu punya ketertarikan nyata terhadap bidang yang kamu lamar, bukan sekadar mencoba-coba.
4. Tunjukkan Keterkaitan Antara Latar Belakang dan Pekerjaan
Jika pendidikanmu selaras dengan bidang pekerjaan yang kamu incar, itu akan menjadi nilai tambah besar. Tapi bagaimana kalau jurusanmu berbeda?
Tenang, kamu tetap bisa menonjolkan sisi relevansi. Misalnya, kamu lulusan Teknik tapi ingin bekerja di bidang pemasaran digital. Maka, ceritakan bahwa kamu punya ketertarikan di bidang tersebut, pernah belajar mandiri lewat kursus online, atau aktif membuat konten di media sosial.
Seperti yang disampaikan dalam video, penting untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki skill dan minat yang mendukung pekerjaan tersebut, meski latar belakang akademismu berbeda.
Baca Juga: 10 Cara Jitu Mengatur Keuangan, 100 Ribu Seminggu: Tips Hemat Ampuh Anak Kos
5. Bicaralah dengan Semangat dan Antusias
Salah satu hal paling menular dalam interview adalah antusiasme. Pewawancara bisa menilai semangatmu hanya dari cara kamu berbicara. Maka, sampaikan perkenalan dengan intonasi yang jelas, senyum yang tulus, dan bahasa tubuh terbuka.
Kata Muhammad Nur, memperkenalkan diri bukan sekadar menyebut data diri, tapi juga “menunjukkan energi positif” agar suasana wawancara terasa nyaman. Pewawancara pun akan lebih tertarik untuk menggali lebih jauh tentang dirimu.
Tapi hati-hati jangan berlebihan hingga terdengar seperti sedang berpidato atau menghafal skrip. Yang terpenting adalah terlihat tulus dan percaya diri.
6. Ceritakan Hobi atau Ketertarikan yang Mendukung
Bagi fresh graduate, hobi bisa menjadi cara menarik untuk memperlihatkan kepribadian dan nilai tambah. Jika hobimu relevan dengan pekerjaan, jangan ragu untuk menyebutkannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sukses Berdayakan Ratusan Perempuan Lewat Program Bumi Kartini, Semen Gresik Sabet Penghargaan ESDM
-
Buru Lokasi BTS Lewat Aplikasi Peta di Wisata Guci Tegal, Komplotan Pencuri Kabel Optik Dibekuk
-
Polres Tegal Ungkap Jaringan Obat Keras Ilegal, 58 Ribu Butir Hexymer hingga Tramadol Disita
-
Hampir 9 Tahun Jadi Agen BRILink, Anik Selamatkan Nasabah dari Penipuan
-
Jelang Nataru, Gubernur Jateng Minta Polisi dan Jaksa Awasi Permainan Harga Pangan