- Surat Yasin disebut jantung Al-Quran karena merangkum inti sari ajaran tauhid dan hari akhir.
- Keutamaannya mencakup ampunan dosa dan pahala yang setara dengan 10 kali khatam Al-Quran.
- Membacanya diyakini memudahkan urusan dunia, meringankan sakaratul maut, dan menenangkan hati.
SuaraJawaTengah.id - Pasar Indonesia masih sangat bergantung pada produk impor. Dari kebutuhan rumah tangga hingga industri besar, banyak barang yang masih didatangkan dari luar negeri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan dikutip dari YouTube Belajar Ekspor Impor, inilah 11 barang impor yang paling banyak dicari di Indonesia, lengkap dengan penjelasan peluang bisnisnya.
1. Plastik dan Produk Turunannya
Plastik menempati posisi pertama sebagai barang impor paling laris di Indonesia. Bahan ini dibutuhkan di berbagai sektor, baik industri maupun rumah tangga.
Untuk kebutuhan rumah tangga, contohnya seperti ember, tempat penyimpanan, hingga perabot plastik lainnya. Sedangkan di sektor industri, plastik digunakan untuk kemasan makanan, bahan pembersih, dan produk manufaktur.
Karena permintaan yang besar dan harga bahan baku lokal yang belum stabil, banyak pelaku usaha lebih memilih impor plastik untuk menjaga efisiensi produksi.
2. Mesin dan Peralatan Mekanik
Kategori ini meliputi mesin cetak, alat potong industri, mesin pengolah bahan kimia, dan mesin produksi pabrik lainnya. Meski pasarnya relatif sempit, keuntungan di sektor ini sangat tinggi.
Saingannya tidak banyak, sehingga margin keuntungan lebih besar. Beberapa importir menggunakan sistem pre-order agar tidak perlu menanggung stok. Mereka baru memesan barang ke luar negeri setelah mendapat pembayaran dari pembeli di dalam negeri.
Baca Juga: Sejarah Tiwul, Warisan Leluhur Pengganti Nasi yang Kembali Dilirik
3. Elektronik dan Gadget
Gadget dan perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, komputer, TV, AC, dan speaker masih didominasi produk impor. Permintaan yang besar membuat pasar ini tetap hidup sepanjang tahun.
Modal yang dibutuhkan memang besar, tetapi peluang reseller dan importir kecil tetap ada. Produk seperti aksesori gadget, kabel charger, atau perangkat smart home punya potensi pasar yang luas.
4. Besi dan Baja
Industri konstruksi, manufaktur, dan infrastruktur di Indonesia masih sangat bergantung pada impor besi dan baja.
Nilai impornya mencapai lebih dari 6,85 miliar dolar AS. Produk baja digunakan untuk membuat bangunan, jembatan, kendaraan, dan bahkan alat rumah tangga. Karena permintaan selalu tinggi, bisnis impor di sektor ini termasuk aman untuk jangka panjang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City