- Viral video peresmian masjid di Temanggung yang dirayakan dengan konser dangdut lima biduanita.
- Aksi ini menuai pro dan kontra, banyak netizen menyayangkannya dan membuat warga lokal malu.
- Diduga acara ini merupakan bentuk syukuran warga, namun dinilai tidak sesuai dengan norma agama.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah video yang memperlihatkan acara peresmian masjid diwarnai dengan pentas seni orkes dangdut mendadak viral di media sosial dan memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.
Momen tak biasa ini diketahui terjadi di Dusun Senden, Desa Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Dalam unggahan video yang dibagikan oleh akun Instagram @respons.media, tampak sebuah panggung besar berdiri megah.
Di latar belakang panggung, sebuah spanduk terbentang dengan tulisan "Pentas Seni Dalam Rangka Peresmian Masjid Darul Falah."
Di atas panggung, terlihat lima orang biduanita dengan busana cukup terbuka sedang asyik bergoyang mengikuti irama musik dangdut yang dimainkan oleh sebuah grup musik.
Acara tersebut tampak meriah dan dihadiri oleh sejumlah warga yang ikut menyaksikan dari depan panggung.
"Umumnya masjid diresmikan dengan ritual keagamaan. Namun berbeda dengan Masjid Darul Falah Senden Jambon Gemawang, Temanggung Jawa Tengah. Warga sekitar meresmikan dengan pentas seni dangdut dengan menghadirkan biduanita," tulis keterangan dalam unggahan tersebut yang dikutip pada Rabu (23/10/2025)
Sontak saja, perayaan yang dinilai tidak lazim untuk sebuah acara peresmian rumah ibadah umat Islam ini langsung menuai beragam reaksi dari netizen.
Kolom komentar unggahan tersebut dibanjiri oleh kritik dan rasa prihatin dari warganet yang menganggap acara tersebut tidak pantas dan tidak sesuai dengan norma agama.
Baca Juga: Petani Resah, Gudang Garam Setop Beli Tembakau: Temanggung Terancam Krisis
Banyak yang menyayangkan pilihan cara warga dalam merayakan berdirinya masjid baru. Salah satu komentar yang paling banyak disorot datang dari seorang warganet yang mengaku sebagai warga asli Temanggung. Ia mengungkapkan rasa malunya atas kejadian tersebut.
"Aku orang temanggung malu bangetttt," tulis akun @fatmawati_fatma02 yang komentarnya disukai oleh ribuan pengguna lain.
Komentar bernada kritik juga datang dari warganet lainnya. Mereka menilai acara pentas dangdut tersebut sama sekali tidak relevan dengan esensi peresmian masjid yang seharusnya diisi dengan kegiatan keagamaan yang khidmat.
"Innalillahi wa innailaihi Roji'uun. Ga nyambung banget acaranya nya," ujar akun @restuadipratama.
Meskipun didominasi oleh komentar negatif, ada pula beberapa warganet yang mencoba menanggapinya dengan nada humor satir.
"Masjidnya Newcastle United ini," celetuk akun @andriecla7, merujuk pada warna hitam-putih yang mungkin terlihat di sekitar acara, mirip dengan seragam klub sepak bola asal Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Kejurnas Sprint Rally Dongkrak Pengembangan Sport Tourism Jawa Tengah
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu