- Program Speling Jawa Tengah diapresiasi Wamenkes, berpotensi jadi model nasional untuk pemerataan kesehatan.
- Speling menghadirkan dokter spesialis dan transfer ilmu ke dokter umum, lebih lengkap dari program cek kesehatan biasa.
- Program ini telah menjangkau 706 desa dan melayani hampir 10 juta warga, tertinggi secara nasional.
Sejak diluncurkan pada Maret 2025, Speling telah melayani hampir 10 juta masyarakat di Jawa Tengah, menjadikannya program kesehatan dengan jangkauan tertinggi secara nasional.
"Saya mengucapkan terima kasih, Pak Wamen yang mewakili Kementerian Kesehatan akan memberikan support kepada kita, sehingga masyarakat sehat dan sejahtera di Jawa Tengah," kata Ahmad Luthfi.
Ia menambahkan, pembangunan masyarakat harus dimulai dari desa. Masyarakat di desa seringkali kesulitan mengakses dokter, apalagi dokter spesialis. Oleh karena itu, Speling hadir untuk memastikan masyarakat desa mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
"Kalau seluruh desa sehat maka kecamatannya sehat. Kalau kecamatannya sehat maka kabupatennya sehat, kalau kabupatennya sehat berarti provinsinya sehat. Basisnya tetap dari desa," jelasnya.
Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyukseskan Speling, sehingga masyarakat teredukasi untuk menjaga kesehatan diri sendiri.
"Sandang, pangan, dan papan itu cukup, tapi nek ora (kalau tidak) sehat nggak ada gunanya, sehingga kesehatan ini menjadi prioritas utama," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Waisak 2026 di Borobudur Diprediksi Membludak: 33 Ribu Umat Siap Padati Kawasan Candi
-
Intip Spesifikasi Indomobil QT: Motor Listrik Rp15 Jutaan Cocok Buat Pelajar di Semarang
-
Galaxy AI di Samsung Galaxy S26 Series untuk AI Photo dan Video Editing Seperti Content Creator
-
Sarif Abdillah: Negara Harus Bela Nelayan Kecil Soal Solar Subsidi
-
Ahmad Luthfi Ancam 'Sikat Habis' Tambang Ilegal di Jateng Tanpa Pandang Bulu