- BUMDes Ponggok sukses menarik perhatian Komisi A DPRD Jateng, jadi model kemandirian ekonomi desa.
- Inovasi BUMDes Ponggok tak hanya wisata, tapi juga beasiswa, bukti tata kelola profesional dan transparan.
- Dispermades Klaten terus dorong BUMDes lain, belajar dari Ponggok untuk inovasi dan penguatan ekonomi.
Saat ini, BUMDes tersebut mengelola 11 unit usaha, mulai dari pariwisata air, persewaan gedung, hingga restoran. Keberhasilan ini, menurut Jamaluddin, tidak lepas dari tata kelola yang profesional dan berbasis musyawarah desa.
"Kami memaksimalkan potensi air sebanyak 15.000 liter per detik untuk kesejahteraan warga. Salah satu program sosial kami adalah ‘satu rumah satu mahasiswa’, berupa beasiswa Rp500 ribu per bulan,” jelas Jamaluddin.
Program beasiswa ini menjadi bukti nyata komitmen BUMDes Ponggok dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desanya, menunjukkan bahwa keuntungan ekonomi dapat beriringan dengan dampak sosial yang positif.
Jamaluddin juga membagikan pelajaran berharga dari kegagalan BUMDes di sejumlah daerah lain.
Menurutnya, kegagalan seringkali disebabkan oleh proses perekrutan yang tidak selektif dan perencanaan yang terburu-buru.
Di Ponggok, perekrutan dilakukan melalui tes bertahap dan musyawarah desa, disertai evaluasi rutin dan pembagian hasil usaha secara transparan setiap akhir tahun.
Pendekatan yang cermat dan partisipatif ini memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada kepentingan bersama dan dikelola oleh individu yang kompeten.
Kepala Dispermades Klaten, Wahyuni Sri Rahayu, menambahkan bahwa dari 391 desa di Klaten, seluruhnya telah memiliki BUMDes.
Namun, baru 13 BUMDes yang masuk kategori maju, dan Ponggok adalah salah satunya.
Baca Juga: Kunci Generasi Emas 2045 Jateng: Sekolah Berintegritas dan Mental Resilien di Era Digital
"Kami terus melakukan pembinaan agar alokasi 20 persen dari dana desa benar-benar dapat memperkuat BUMDes. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendorong inovasi sesuai potensi masing-masing desa,” ujarnya.
Upaya pembinaan dan kolaborasi ini diharapkan dapat menularkan kesuksesan Ponggok ke desa-desa lain, menciptakan ekosistem BUMDes yang lebih kuat dan inovatif di seluruh Klaten.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu
-
Tragis! Dua Bocah yang Hilang di Irigasi Singomerto Ditemukan Tewas, Terseret hingga 3,5 Km
-
Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan
-
Hadir Hingga Pelosok Negeri, Mantri BRI Bantu Wujudkan Harapan dan Kemandirian Keluarga
-
Krisis Air Bersih Meluas, 11 Desa di Banjarnegara Kini Dilanda Kekeringan