- BUMDes Ponggok sukses menarik perhatian Komisi A DPRD Jateng, jadi model kemandirian ekonomi desa.
- Inovasi BUMDes Ponggok tak hanya wisata, tapi juga beasiswa, bukti tata kelola profesional dan transparan.
- Dispermades Klaten terus dorong BUMDes lain, belajar dari Ponggok untuk inovasi dan penguatan ekonomi.
SuaraJawaTengah.id - Desa Ponggok di Kecamatan Polanharjo, Klaten, kembali menjadi sorotan berkat keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri yang mampu mencetak pendapatan fantastis.
Kesuksesan ini menarik perhatian Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang baru-baru ini melakukan kunjungan ke Balai Desa Ponggok pada Rabu (5/11/2025).
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan studi banding mendalam untuk mengupas tuntas rahasia pengelolaan BUMDes yang sistematis, efisien, dan profesional, demi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa-desa lain di Jawa Tengah.
Desa Ponggok, yang terkenal dengan Umbul Ponggok-nya, telah lama dikenal sebagai salah satu desa paling maju di Kabupaten Klaten.
BUMDes Tirta Mandiri Ponggok tidak hanya berhasil mengelola potensi wisata air, tetapi juga merambah berbagai sektor usaha lain, bahkan memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang inovatif.
Keberhasilan ini menjadi angin segar di tengah tantangan pembangunan desa yang kerap terkendala masalah ekonomi dan tata kelola.
Wakil Ketua Komisi A, Mukafi Fadli, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dalam pengelolaan BUMDes.
Ia menekankan bahwa BUMDes tidak seharusnya hanya terpaku pada sektor wisata atau kuliner semata.
"BUMDes jangan selalu distigma hanya sebagai tempat wisata dan restoran. Harus ada pola baru yang sistematis dan efisien agar program desa wisata dan pemberdayaan benar-benar berkelanjutan,” ujar legislator asal PKB tersebut.
Baca Juga: Kunci Generasi Emas 2045 Jateng: Sekolah Berintegritas dan Mental Resilien di Era Digital
Pandangan ini menggarisbawahi perlunya inovasi dan diversifikasi usaha agar BUMDes dapat memanfaatkan potensi lokal yang lebih beragam, sehingga tidak mudah goyah oleh perubahan tren pasar.
Senada dengan Mukafi Fadli, Anggota Komisi A, Sony Sumarsono, menyoroti aspek integritas dalam pengelolaan keuangan BUMDes.
Dengan dana yang besar dan potensi keuntungan yang menggiurkan, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci.
Sony secara khusus menyoroti proses perekrutan pegawai dan pengawasan dana yang ketat, mengingat besarnya dana yang dikelola BUMDes Tirta Mandiri Ponggok.
Integritas dalam setiap tahapan pengelolaan, mulai dari perencanaan hingga implementasi dan evaluasi, adalah fondasi utama keberlanjutan BUMDes.
Kepala Desa Ponggok, Jamaluddin Mulyono, memaparkan perjalanan sukses BUMDes Tirta Mandiri Ponggok yang berdiri sejak 2009.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Transformasi BUMN Kian Diperkuat, Penerapan GCG Dinilai Beri Dampak Positif
-
Khoirul Muzaki dan Alfiatun Resmi Pimpin AJI Purwokerto 2026-2029
-
Ritual Sakral Waisak: Puluhan Biksu Jemput Air Berkah Umbul Jumprit untuk Sucikan Jiwa Manusia
-
Jateng Darurat Kekerasan Pesantren, Gubernur Luthfi Dorong Gerakan 'Asah-Asuh'
-
Waspada! Dampak Siklon Jangmi, Jawa Tengah Masuk Zona Sabuk Konvergensi Hujan Lebat