- Proyek jalan Bandungsari-Salem gagal PHO 100% meski capai 95% karena masalah cashflow kontraktor.
- DPRD mendesak DPU BMCK verifikasi ketat kredibilitas dan finansial penyedia jasa sebelum lelang.
- Diperlukan upaya serius agar kegagalan ini tak terulang, utamakan kontraktor lokal dengan modal kuat.
SuaraJawaTengah.id - Kualitas infrastruktur jalan di Jawa Tengah kembali mendapat sorotan tajam, menyusul temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2024.
Proyek Paket Peningkatan Jalan Bandungsari-Salem menjadi perhatian serius setelah dipastikan tidak mencapai penyelesaian fisik atau Provisional Hand Over (PHO) 100%.
Menindaklanjuti temuan krusial ini, Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah segera menggelar pertemuan dengan Balai Pelaksana Jalan (BPJ) Wilayah Tegal, Inspektorat, dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jateng di Balai Bina Marga Wilayah Tegal, Jumat (30/10/2025).
Pertemuan yang dipimpin oleh Anggota Komisi D, Masfui Masduki, menjadi ajang bagi DPRD untuk mengupas tuntas kegagalan proyek yang menelan anggaran publik tersebut.
Masfui Masduki mempertanyakan alasan mendasar di balik ketidakmampuan kontraktor menyelesaikan pekerjaan, padahal progresnya sudah hampir rampung.
“Sebenarnya waktu itu yang terjadi apa karena kalau saya melihat data ini kan volume pekerjaan sudah hampir 95 persen,” tanyanya.
Angka 95 persen mencerminkan ironi: proyek yang nyaris selesai, namun gagal tuntas. Kegagalan ini tidak hanya menghambat konektivitas jalan, tetapi juga merusak citra tata kelola anggaran daerah.
Menanggapi desakan tersebut, Kabid Pelaksana Jalan Wilayah Barat Balai Bina Marga Wilayah Tegal DPU BMCK Provinsi Jateng, Wahyutoro Soetarno, menjelaskan bahwa penyedia jasa terganjal masalah internal perusahaan.
"Penyedia jasa terganjal dengan cashflow perusahaan sendiri," ungkapnya singkat.
Baca Juga: Stop FOMO! DPRD Jateng Dorong Literasi Emosional Remaja untuk Hadapi "Kenyataan Palsu" di Medsos
Wahyutoro menambahkan, meskipun pihaknya sudah menawarkan berbagai alternatif untuk menuntaskan pekerjaan, namun berbagai pertimbangan membuat penyedia jasa tetap tidak dapat mencapai PHO 100%.
Kegagalan yang disebabkan masalah likuiditas perusahaan kontraktor ini harus menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya DPU BMCK.
Dana publik yang dialokasikan untuk pembangunan jalan harus dipastikan kembali pada kualitas dan jadwal yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, pihak Balai Bina Marga tetap melakukan upaya penagihan dan pertanggungjawaban.
“Akan tetapi, kami tetap berusaha menjalin komunikasi dengan penyedia jasa untuk tetap menyelesaikan dengan pengajuan pembayaran yang akan dipotong denda dan pengembalian sebagai bentuk konsekuensi penyedia jasa mengerjakan paket pekerjaan tersebut,” jawabnya.
Namun, tindakan penalti dan denda saja tidak cukup. Anggota Komisi D lainnya, Ariston, menekankan bahwa kegagalan ini harus menjadi catatan khusus agar tidak terulang kembali dalam proyek-proyek mendatang.
Solusi fundamentalnya, menurutnya, terletak pada proses seleksi penyedia jasa yang lebih ketat dan transparan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Transformasi BUMN Kian Diperkuat, Penerapan GCG Dinilai Beri Dampak Positif
-
Khoirul Muzaki dan Alfiatun Resmi Pimpin AJI Purwokerto 2026-2029
-
Ritual Sakral Waisak: Puluhan Biksu Jemput Air Berkah Umbul Jumprit untuk Sucikan Jiwa Manusia
-
Jateng Darurat Kekerasan Pesantren, Gubernur Luthfi Dorong Gerakan 'Asah-Asuh'
-
Waspada! Dampak Siklon Jangmi, Jawa Tengah Masuk Zona Sabuk Konvergensi Hujan Lebat