- Video baru di Tegal mengungkap Johar Lin Eng sebagai pengatur safari politik memenangkan Khairul Anwar.
- Pertemuan tersebut, direkam 2 Desember 2025, bertujuan memperkenalkan Khairul untuk Kongres Asprov PSSI Jateng 20 Desember.
- Pola pertemuan terstruktur ini memicu sorotan publik terhadap komitmen reformasi PSSI dan citra Exco.
SuaraJawaTengah.id - Kontroversi jelang Kongres Pemilihan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah memasuki babak baru yang lebih serius.
Sebuah video dari Tegal tidak hanya kembali menunjukkan kebersamaan anggota Exco PSSI Khairul Anwar dengan Johar Lin Eng, mantan terpidana kasus pengaturan skor, tetapi juga mengungkap dugaan peran sentral Johar sebagai 'sutradara' di balik layar safari politik tersebut.
Temuan ini secara fundamental mengubah narasi yang berkembang. Johar Lin Eng kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai tamu atau rekan diskusi, melainkan sebagai organisator utama yang secara aktif mengatur agenda pertemuan untuk memenangkan Khairul Anwar.
Video berdurasi 19 detik yang viral di media sosial itu direkam pada 2 Desember 2025 pukul 14.55 WIB di Restoran Sekotji, Kota Tegal.
Akun X @BosPurwa menjadi yang pertama mengunggahnya dengan nada mempertanyakan komitmen PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir.
“Satu lagi nie Pak @erickthohir, masih dibiarkan yang kek ginian?” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga ditujukan kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang baru saja dinobatkan sebagai Tokoh Penggerak Reformasi Sepak Bola Nasional.
Informasi paling krusial datang dari seorang pengurus PSSI daerah yang hadir dalam pertemuan tertutup itu. Ia mengonfirmasi bahwa Johar Lin Eng adalah pihak yang menginisiasi dan mengatur seluruh detail pertemuan.
“Yang menghubungi kami bukan Pak Khairul. Tapi Pak Johar Lin Eng. Dia yang menentukan waktu, undangan, dan tempat pertemuan,” ungkap sumber tersebut kepada wartawan, memvalidasi keaslian video.
Baca Juga: Asprov PSSI Jateng Dukung Penuh! MilkLife Soccer Challenge Jadi Kunci Regenerasi Sepak Bola Putri
Menurutnya, agenda utama pertemuan adalah memperkenalkan Khairul Anwar sebagai calon kuat Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah periode mendatang, di mana kongres pemilihan akan digelar pada 20 Desember 2025.
Pola pertemuan yang digelar tertutup dan tanpa dokumentasi ini disebut identik dengan dua kejadian sebelumnya di Kabupaten Semarang (26 November) dan Purwodadi (30 November).
Hubungan erat antara kedua sosok ini semakin memperkuat dugaan adanya manuver terstruktur. Publik diingatkan kembali bahwa pada saat kasus mafia bola mencuat, Khairul Anwar bertindak sebagai pengacara pribadi Johar Lin Eng.
Keterlibatan aktif Johar sebagai penghubung dan pengatur acara memicu reaksi keras dari para pegiat sepak bola daerah.
Pengurus Askab Pati, Agung Prasetyo, menyayangkan insiden ini terus berulang dan merusak citra federasi.
“Video Purwodadi saja belum selesai jadi polemik. Sekarang muncul lagi di Tegal. Ini makin memperburuk citra EXCO PSSI Pusat,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris