- BRI Kanca Slawi melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari CSR nasional dalam rangka HUT BRI.
- Aksi ini merupakan program "Grow & Green Penaman 100 Pohon" yang bertujuan mitigasi perubahan iklim.
- Penanaman pohon diharapkan mengurangi emisi karbon serta menjaga keseimbangan siklus air demi manfaat masyarakat.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak perubahan iklim, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengambil langkah nyata melalui inisiatif hijau di tingkat lokal. Kantor Cabang (Kanca) BRI Slawi menggelar aksi penanaman pohon sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) berskala nasional yang dihelat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) BRI.
Inisiatif yang berfokus pada kelestarian lingkungan ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Cabang BRI BO Slawi, Arlin Suryani. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah simbol komitmen institusi untuk ikut bertanggung jawab terhadap keberlanjutan ekosistem di sekitarnya.
"Penanaman pohon di area kantor ada 4 tanaman. Di area aviari 2, di depan satpam samping jalan 2," ujar Arlin Suryani dari keterangan tertulis pada Senin 22 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program besar bertajuk "Grow & Green Penaman 100 Pohon di halaman BRI", yang dilaksanakan serentak di berbagai kantor cabang sebagai puncak perayaan HUT perusahaan.
Program Grow & Green: Jawaban BRI Atas Krisis Iklim
Program "Grow & Green" yang diusung BRI dirancang sebagai gerakan strategis untuk menciptakan dampak lingkungan yang positif dan terukur.
Lebih dari sekadar menanam pohon, program ini memiliki visi jangka panjang untuk menjaga agar lingkungan, khususnya di sekitar area operasional BRI, tetap hijau dan asri.
Manajemen BRI menyadari bahwa korporasi memiliki peran krusial dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Aksi penanaman pohon ini merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi emisi karbon dioksida, yang menjadi penyebab utama pemanasan global.
Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk pencegahan dampak perubahan iklim yang kian nyata dirasakan, seperti bencana hidrometeorologi termasuk banjir, tanah longsor, dan kekeringan ekstrem.
Baca Juga: Kinerja Berkelanjutan, BRI Kembali Salurkan Dividen Interim Kepada Pemegang Saham 2025
Dengan memperbanyak area resapan air melalui penanaman pohon, BRI berharap dapat membantu mengurangi risiko bencana tersebut sekaligus menjaga keseimbangan siklus air tanah.
Manfaat Jangka Panjang untuk Masyarakat dan Lingkungan
Aksi yang dilakukan BRI Slawi dengan menanam empat bibit pohon mungkin terlihat sederhana, namun jika direplikasi oleh ratusan cabang BRI lainnya di seluruh Indonesia, dampaknya akan menjadi signifikan.
BRI berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pengurangan emisi, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Lingkungan yang lebih sehat secara langsung akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Udara yang lebih bersih, suhu yang lebih sejuk, serta lingkungan yang lebih indah secara visual adalah beberapa manfaat langsung yang dapat dirasakan.
Selain itu, penyerapan karbon yang dilakukan oleh pepohonan ini merupakan investasi untuk masa depan, memastikan generasi mendatang dapat menikmati planet yang lebih layak huni.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Mudik Ceria Saloka 2026: Spektakuler Baru Klinthing Show & Kuliner Legendaris Sambut Lebaran!
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Kalikangkung Merayap! Puncak Arus Balik Masih Terjadi, 3.800 Mobil per Jam Banjiri Tol ke Jakarta
-
Soal WFH ASN, Pemprov Jateng Masih Kaji Penerapannya
-
Resmi! Korlantas Hentikan One Way di KM 414 Kalikangkung hingga KM 263 Tol Pejagan