- Tutup oli mesin berkerak tebal menandakan *sludge* akibat perawatan oli yang buruk dan berisiko merusak mesin.
- Waspadai pemutaran kilometer palsu karena dapat menyebabkan penundaan penggantian komponen krusial mesin mobil bekas.
- Hindari mobil bekas yang mengalami kecelakaan berat, terutama yang melibatkan kerusakan atau penggantian sasis serta struktur pilar.
SuaraJawaTengah.id - Membeli mobil bekas memang bisa menjadi solusi untuk mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun di balik harga murah, sering kali tersembunyi masalah teknis yang justru membuat biaya perawatan membengkak di kemudian hari.
Seorang mekanik berpengalaman membagikan sejumlah tanda penting yang seharusnya langsung membuat calon pembeli mundur saat melihat mobil bekas.
Berikut lima ciri mobil bekas yang sebaiknya tidak dibeli dalam kondisi apa pun.
1. Tutup Oli Mesin Dipenuhi Sludge Tebal
Hal pertama yang selalu dicek oleh mekanik adalah tutup pengisian oli mesin. Dari bagian ini, riwayat perawatan mobil bisa langsung terbaca. Jika terlihat lumpur hitam kental atau kerak tebal menempel di balik tutup oli, itu menandakan mesin mengalami sludge oli.
Sludge terjadi akibat jarangnya penggantian oli atau penggunaan oli yang tidak sesuai. Banyak pemilik mobil hanya berpatokan pada jarak tempuh, padahal secara ideal oli harus diganti setiap enam bulan atau sekitar lima ribu kilometer. Ketika oli dibiarkan terlalu lama, kualitas pelumas menurun dan bercampur dengan kotoran mesin.
Kondisi ini sangat berbahaya karena mengganggu sirkulasi oli. Mesin memang masih bisa hidup, tetapi keausan komponen berlangsung lebih cepat dan kerusakan akan muncul satu per satu.
2. Sludge Dianggap Bisa Diselesaikan dengan Flushing
Banyak penjual meyakinkan pembeli bahwa sludge bisa dibersihkan dengan cairan flushing. Pernyataan ini perlu diwaspadai. Menurut penjelasan narasumber, flushing hanya aman jika kotoran masih tipis dan belum berkerak.
Baca Juga: Budget Rp130 Juta? Lupakan LCGC, 4 MPV Bekas Ini Jauh Lebih Worth It
Jika sludge sudah tebal, cairan flushing justru berisiko membuat kotoran terkelupas menjadi gumpalan. Gumpalan ini bisa menyumbat jalur oli dan lubang HLA yang berfungsi menyalurkan pelumas ke seluruh mesin. Akibatnya, mesin justru menjadi lebih kasar dan berisik.
Dalam kondisi sludge tebal, satu-satunya solusi yang benar adalah membongkar mesin dan membersihkan setiap komponen secara manual. Proses ini membutuhkan biaya besar dan waktu lama, sehingga tidak sebanding dengan harga mobil bekas yang terlihat murah.
3. Kilometer Mobil Tidak Masuk Akal atau Terlihat Diputar
Ciri berikutnya adalah kilometer yang tidak sesuai dengan kondisi mobil. Praktik pemutaran kilometer masih sering ditemukan, terutama untuk menarik minat pembeli. Ada kasus di mana mobil dengan jarak tempuh hampir dua ratus ribu kilometer ditampilkan hanya belasan ribu kilometer.
Bahaya kilometer putaran terletak pada kesalahan asumsi perawatan. Banyak komponen mesin memiliki batas usia pakai berdasarkan kilometer, seperti timing belt yang umumnya harus diganti di kisaran seratus ribu kilometer.
Jika pembeli percaya kilometer masih rendah, penggantian komponen penting akan ditunda. Akibatnya, kerusakan bisa terjadi dalam waktu singkat setelah mobil dibeli. Untuk memastikan keaslian kilometer, pengecekan sebaiknya dilakukan melalui alat scan dan riwayat servis di bengkel resmi.
4. Bekas Kecelakaan Berat di Bagian Depan atau Belakang
Mobil bekas kecelakaan berat sebaiknya langsung dihindari, terutama jika tabrakan mengenai bagian depan atau belakang hingga memengaruhi sasis. Sasis adalah struktur utama kendaraan yang berperan penting dalam keselamatan.
Jika sasis pernah bengkok lalu diperbaiki dengan cara diketuk, dipotong, atau dilas, kekuatannya tidak akan kembali seperti semula. Risiko ini sangat berbahaya ketika mobil digunakan dalam kecepatan tinggi atau saat terjadi benturan kembali.
Menurut narasumber, mobil dengan bekas kecelakaan besar masuk dalam kategori tidak aman dan tidak layak direkomendasikan.
5. Pernah Terguling atau Struktur Pilar Sudah Diganti
Ciri terakhir yang paling fatal adalah mobil yang pernah terguling atau mengalami kerusakan struktur pilar. Pilar A, B, atau C yang pernah diganti menandakan kecelakaan serius yang memengaruhi rangka utama kendaraan.
Berbeda dengan insiden kecil seperti penyok akibat parkir atau tabrakan ringan di samping, kerusakan struktur ini tidak bisa ditoleransi. Mobil dengan riwayat kecelakaan besar, apalagi yang sampai menimbulkan korban jiwa, sebaiknya tidak dipertimbangkan sama sekali.
Kerusakan semacam ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan berkendara, tetapi juga keselamatan penumpang dalam jangka panjang.
Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Harga murah tidak selalu berarti menguntungkan jika diikuti dengan masalah teknis yang berkelanjutan. Sludge oli, anggapan keliru soal flushing, kilometer putaran, bekas kecelakaan berat, serta kerusakan struktur adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Dengan memahami lima ciri ini, calon pembeli dapat menghindari risiko besar dan memilih mobil bekas yang lebih aman serta layak digunakan.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Pemprov Jateng Tegaskan Tak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan 2026, Siap Beri Diskon 5 Persen
-
BRI Dukung ICAN International Education Expo 2026, Permudah Transaksi Kuliah di Luar Negeri
-
Luh Jiwa Rilis 'Altar Jiwa', Single Kedua yang Mengubah Sudut Pandang Tentang Perpisahan
-
Waduh! 7 Fakta Pria di Semarang Jadi Terdakwa Usai Bantu Teman Lunasi Utang Rp198 Juta
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?