Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:53 WIB
Grup band pendatang baru asal Kota Semarang, Luh Jiwa merilis single kedua mereka, "Altar Jiwa". [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Grup band Luh Jiwa dari Semarang merilis single kedua berjudul "Altar Jiwa" di platform digital.
  • Lagu ini menyajikan tema perpisahan sebagai doa dan pengingat, bukan hanya kekecewaan biasa.
  • Band yang dibentuk Agustus 2024 ini fokus menggarap album penuh dan merencanakan tur mendatang.

SuaraJawaTengah.id - Grup band baru asal Kota Semarang, Luh Jiwa, kembali menggebrak skena musik Indonesia dengan merilis single  kedua mereka, "Altar Jiwa".

Lagu ini bukan sekadar melodi perpisahan biasa, melainkan sebuah "doa dan pengingat" yang sarat makna, siap menawarkan perspektif baru bagi para pendengarnya.

Band yang digawangi oleh Tsaqiva Kinasih (vokal), Aditya Ilyas (gitar), dan Ghazian Arka (perkusi) ini optimis "Altar Jiwa" akan menjadi angin segar di tengah hiruk pikuk industri musik.

Tsaqiva Kinasih, sang vokalis, mengungkapkan bahwa "Altar Jiwa" mengisahkan tentang perpisahan, namun dengan sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan lagu.

"Biasanya perpisahan diisi kekecewaan, namun di Altar Jiwa, perpisahan ambil peran jadi ruang baru untuk saling mendukung satu sama lain," jelas Tsaqiva.

Lirik yang menyentuh seperti "Kau kusertakan dalam segala doa-doaku" menjadi inti pesan lagu ini, menegaskan bahwa meski raga terpisah, doa dan dukungan tak pernah putus.

Senada dengan Tsaqiva, gitaris Luh Jiwa, Aditya Ilyas, menambahkan bahwa "Altar Jiwa" tak hanya berfungsi sebagai pengingat dan doa, tetapi juga melambangkan "perpisahan yang mulia."

Ilyas menyoroti ikatan emosional yang seringkali sulit dilepaskan.

"Mungkin raganya bisa terpisah, namun kita harus jujur, ada ikatan yang belum tentu mudah untuk dilepaskan," ungkapnya, memberikan kedalaman emosi pada lagu ini.

Baca Juga: 7 Informasi Penting Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 Semarang, Wajib Dicatat Warga

"Altar Jiwa" merupakan single  kedua Luh Jiwa setelah sukses dengan perilisan "Pengasuh Hujan". Band yang baru dibentuk pada Agustus 2024 ini menunjukkan produktivitas yang luar biasa.

Saat ini, mereka sedang fokus dalam penggarapan album penuh dan merencanakan tur di beberapa kota untuk menyapa langsung para penggemar dan memperkenalkan karya-karya mereka.

Dengan gaya musik folk pop yang berbeda dari kebanyakan, Luh Jiwa optimis bisa membawa nuansa baru di skena musik Indonesia. Mereka berharap musiknya dapat diterima luas dan "ambil bagian dalam mengobati keresahan-keresahan pendengarnya."

"Altar Jiwa" sendiri sudah bisa dinikmati di semua platform musik digital, memberikan kesempatan bagi pendengar untuk meresapi pesan mendalam yang diusung oleh Luh Jiwa.

Dengan lirik yang puitis dan melodi yang menenangkan, Luh Jiwa siap membuktikan bahwa perpisahan tak selalu tentang kesedihan, melainkan bisa menjadi awal dari doa dan dukungan yang tak berkesudahan.

Load More