- Video dugaan mesum dari CCTV RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus viral, manajemen rumah sakit memulai pemeriksaan internal.
- Manajemen rumah sakit telah memeriksa lima saksi dan oknum pegawai terkait kejadian yang diduga tahun 2020.
- Pemeriksaan akan dilanjutkan terhadap lima saksi tambahan untuk meluruskan kronologi peristiwa yang terjadi di lokasi.
Pemeriksaan lanjutan juga akan menyasar rekan-rekan kerja yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa tersebut diduga terjadi. Tujuannya untuk memastikan apakah benar kejadian dalam video berlangsung di lingkungan rumah sakit dan pada waktu yang disebutkan.
5. Dugaan Kejadian Terjadi pada Tahun 2020
Dalam keterangannya, dr. Abdul Hakam menyebut bahwa peristiwa yang diduga terekam dalam video tersebut terjadi pada tahun 2020. Saat itu, salah satu pihak yang diperiksa diketahui bertugas di Ruangan Rumah Tangga, yang disebut sebagai lokasi kejadian.
“Salah satu sudah kita periksa, saat ini mereka sudah bertugas di ruangan yang berbeda. Kalau dulu, saat kejadian di tahun 2020, salah satunya bertugas di Ruangan Rumah Tangga yang menjadi lokasi kejadian,” jelasnya.
Informasi ini menjadi bagian penting dalam penelusuran kasus, mengingat adanya jeda waktu cukup panjang antara dugaan kejadian dan viralnya video di media sosial.
Kasus dugaan video mesum di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus masih dalam tahap pemeriksaan internal. Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas persoalan ini secara objektif dan transparan, sembari menjaga nama baik institusi dan hak-hak semua pihak yang terlibat.
Publik pun diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Kontributor : Dinar Oktarini
Baca Juga: Ambisi Comeback PSIS Dimulai: Mampukah Mahesa Jenar Taklukkan Persiku Tanpa Ivanovic?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Menjemput Peluang di Tengah Krisis: Harap Cemas Industri Percetakan Jogja Menanti Kebangkitan
-
Jateng Darurat Campak! 2.188 Kasus Suspek Terdeteksi
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Antisipasi Krisis Pangan, Sarif Abdillah Minta Pemda Segera Bergerak Sebelum Kemarau Puncak
-
Cuan Rp1 Miliar Per Bulan dari Oplos LPG Subsidi, Sindikat di Jateng Akhirnya Dibekuk Polisi!