- Sekitar 100 warga Sumbang berunjuk rasa damai di Desa Gandatapa, Banyumas, menolak keras pertambangan pasir hitam di kaki Gunung Slamet.
- Aksi warga difokuskan pada pengecekan kerusakan lingkungan dan pemasangan spanduk penolakan di lokasi tambang yang meresahkan.
- Dampak penambangan meliputi kerusakan infrastruktur jalan dan penurunan debit air, meski area tersebut diawasi KLH/BPLH.
Tanda tersebut menunjukkan bahwa area ini sedang dalam pengawasan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup, namun aktivitas pertambangan tetap berjalan seperti biasa.
"Pengawasan dari KLH ada, tapi aktivitas penambangan tetap berjalan seperti biasa. Kita ini bukan alergi aturan, tapi yang kita pertimbangkan justru efek dan dampak jangka panjangnya,” ujarnya.
Harapan utama warga yang tergabung dalam aliansi ini adalah penutupan total aktivitas tambang di wilayah tersebut. Penutupan sementara, seperti yang pernah terjadi di lokasi lain, dianggap tidak cukup untuk menjawab keresahan masyarakat.
"Harapan dari warga, tambang ini ditutup total. Sampai sekarang belum ada tindakan penutupan, masih dalam tahap-tahap berikut dan aktivitas masih jalan,” pungkas Eka, menegaskan desakan warga agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
BRI Cetak Sejarah, Jadi Bank Pertama Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000 di Indonesia
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Penurunan Produksi Susu, Minta Langkah Strategis
-
Bukan Sekadar Komoditas, Sarif Abdillah Dorong Perhatian Serius untuk Petani Bawang Putih di Jateng
-
Terbongkar! Kepala SMK di Brebes Jadi Otak Pengoplosan Gas Elpiji, Ini 7 Faktanya
-
Bagi Dividen Rp52,1 Triliun, BRI Perkuat Fundamental untuk Ciptakan Nilai Tambah bagi Pemegang Saham