- Seorang ayah berinisial MA (48) di Magelang ditahan karena diduga berulang kali memperkosa anak kandungnya NA (17) sejak Desember 2022.
- Tersangka memanfaatkan kekuasaan dan ancaman psikologis, termasuk berpura-pura kerasukan, untuk melakukan kekerasan seksual di rumah.
- Polisi menduga ada korban kekerasan seksual lain, dan pelaku dijerat pasal berlapis UU TPKS serta UU Perlindungan Anak.
SuaraJawaTengah.id - Relasi kuasa dalam keluarga menjadi pintu masuk kekerasan seksual terhadap anak. Seorang ayah kandung di Kota Magelang ditahan setelah diduga memperkosa anak perempuannya yang masih di bawah umur.
Kasus tersebut diungkap Polres Magelang Kota yang menetapkan MA (48 tahun), buruh harian lepas sebagai tersangka. Korban NA adalah anak kandung tersangka yang baru berusia 17 tahun.
Penyidik menyebut perbuatan dilakukan berulang, sejak Desember 2022 hingga terakhir terjadi pada Januari 2026.
Diduga tersangka memanfaatkan kekuasaan sebagai orang tua untuk melakukan kekerasan seksual. Lewat tipu muslihat dan ancaman psikologis, tersangka melancarkan aksinya.
“Modus operandi (pelaku) dengan tipu muslihat. Pelaku ayah kandung dari korban sendiri,” kata Kasat Reskrim Polres Magelang Kota, AKP Iwan Kristiana, Jumat (23/1).
Kejadian pertama sekitar Desember 2022 saat situasi rumah sepi. Ibu korban pergi bekerja, sementara NA tinggal di rumah karena mengikuti kejar paket pendidikan non-formal.
Berdasarkan keterangan kepada polisi, MA mengaku melakukan tindakan serupa lebih dari sepuluh kali dalam rentang waktu tiga tahun. Tempat kejadian di rumah pelaku, sebagian besar di kamar, tanpa diketahui tetangga.
Pura-pura Kerasukan
“Pelaku setiap melakukan hubungan persetubuhan terhadap anaknya pura-pura kerasukan. Sehingga anaknya dipaksa melakukan hubungan layaknya suami istri.”
Baca Juga: Misteri Gubuk Sawah Magelang: 2 Orang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan
Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya dilakukan dalam kondisi sadar. Dia berpura-pura kerasukan agar korban patuh dan tidak berani menolak.
Pada salah satu peristiwa diakhir Desember 2025, korban sempat menolak permintaan tersangka. Namun tersangka mengancam akan melukai ibunya jika korban menolak.
“Modusnya kalau tidak mau (melayani), melukai ibunya. Jadi, ibunya yang dipukul atau dilakukan kekerasan. Sehingga anak kasihan kepada ibunya,” kata AKP Iwan Kristiana.
Peristiwa terakhir terjadi pada 21 Januari 2026. Saat itu hujan turun deras dan di dalam rumah hanya ada MA dan korban.
Tersangka menarik korban masuk ke salah satu kamar. Korban sempat menolak namun tidak berdaya setelah tersangka mengunci pintu depan dan kamar.
Dugaan Korban Lain
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026
-
Kirab 1 Suro Terancam Pecah Dua, Wali Kota Solo Didesak Akhiri Dualisme Keraton
-
Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Bhimasena Power Indonesia Siapkan 30 Ribu Bibit Mangrove
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Lahan Kritis Harus Libatkan Masyarakat