SuaraJawaTengah.id - Bulan Ramadan adalah momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Salah satu ibadah utama di bulan ini adalah puasa. Namun, sebelum menjalankan puasa, ada satu hal yang menjadi fondasi utama, yaitu niat.
Tanpa niat, puasa tidak dianggap sah. Oleh karena itu, memahami doa puasa satu bulan Ramadan menjadi penting, terutama bagi Anda yang ingin menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan ulama.
Niat bukan sekadar bacaan, melainkan tekad hati untuk menjalankan ibadah karena Allah ﷻ. Para ulama sepakat bahwa niat merupakan syarat sah puasa.
Namun, dalam praktiknya, terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah niat harus dilakukan setiap malam atau cukup sekali untuk satu bulan penuh.
Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadhan
Dalam Islam, niat adalah inti dari setiap amal ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. Hal ini menunjukkan bahwa niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa.
Secara bahasa, niat berarti keinginan atau tekad untuk melakukan sesuatu. Dalam konteks ibadah puasa, niat berarti menetapkan dalam hati bahwa Anda akan berpuasa karena Allah ﷻ.
Niat tidak harus diucapkan secara lisan, karena tempatnya di hati. Namun, melafalkan niat dapat membantu memperkuat kesadaran dan kesungguhan dalam beribadah.
Menurut madzhab Syafi’i, yang dianut oleh mayoritas umat Islam di Indonesia, niat puasa wajib dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ:
Baca Juga: Ibu Hamil Disarankan Hindari Terlalu Banyak Makan Manis Saat Buka Puasa, Ini Alasannya
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
Hadits ini menunjukkan bahwa niat harus dilakukan sebelum memulai puasa setiap harinya.
Doa Puasa Satu Bulan Ramadhan dan Dasar Hukumnya
Selain niat harian, para ulama juga menganjurkan membaca doa puasa satu bulan Ramadhan pada malam pertama. Hal ini didasarkan pada pendapat madzhab Maliki yang memperbolehkan niat puasa untuk satu bulan penuh sekaligus.
Imam al-Qulyubi menjelaskan bahwa dianjurkan untuk berniat puasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan sebagai bentuk antisipasi apabila suatu hari lupa berniat.
Menurut madzhab Maliki, puasa Ramadhan merupakan satu rangkaian ibadah yang berkesinambungan, sehingga satu niat dapat mencakup seluruh bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Duh! 681 Kendaraan KDKMP Temanggung Sudah Tiba, Koperasi Belum Beroperasi
-
BMKG Petakan Kondisi Tanah hingga Kerusakan Pascagempa NTT
-
KPK Bongkar Modus Jual-Beli Kursi Unsoed: Rektor Beri Akses User ID untuk Loloskan Camaba