- Video pemukulan dua remaja saat puasa di Banyumas viral, memicu respons cepat kepolisian setempat.
- Insiden terjadi di Desa Pasir Raman Kidul pada Jumat, 20 Februari 2026, dipicu teguran soal makan siang.
- Polisi mengidentifikasi satu pelaku pemukulan, dan berencana menyelesaikan kasus ini melalui jalur restorative justice.
SuaraJawaTengah.id - Viralnya sebuah video pemukulan terhadap remaja di Kabupaten Banyumas memicu perhatian luas publik. Rekaman singkat yang beredar di media sosial itu memperlihatkan momen ketika dua remaja didatangi sekelompok pemuda saat sedang makan di siang hari pada bulan puasa. Peristiwa ini kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian yang bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Kasus tersebut terjadi di Desa Pasir Raman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, pada Jumat, 20 Februari 2026. Berikut tujuh fakta penting di balik kejadian yang kini menjadi sorotan.
1. Video Singkat Picu Kehebohan
Peristiwa ini pertama kali mencuat setelah video berdurasi sekitar 27 detik beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat dua remaja tengah makan di area lapangan desa pada siang hari.
Tak lama berselang, beberapa remaja lain mendatangi mereka. Situasi yang awalnya berupa teguran kemudian berubah menjadi aksi pemukulan terhadap salah satu korban. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram yang berkolaborasi dengan adbanyumas24jam dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform.
Respons warganet pun beragam. Banyak yang menyayangkan terjadinya kekerasan, sementara sebagian lain menyoroti pentingnya menjaga sikap saling menghormati selama bulan Ramadan.
2. Polisi Benarkan Lokasi dan Waktu Kejadian
Kapolsek Pekuncen AKP Selamat Husein mengonfirmasi bahwa peristiwa dalam video memang terjadi di wilayah hukumnya. Polisi bergerak cepat setelah video viral untuk memastikan fakta di lapangan.
“Setelah kami telusuri, kejadian tersebut benar terjadi di Desa Pasir Raman Kidul pada Jumat, 20 Februari 2026,” ungkapnya.
Baca Juga: Asal Usul Semarang: Kisah Pohon Asam Arang dan Jejak Dakwah Ki Ageng Pandan Arang
Langkah awal yang dilakukan aparat adalah mengidentifikasi korban, pelaku, serta saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
3. Dua Remaja Jadi Korban
Hasil penelusuran polisi menunjukkan bahwa terdapat dua remaja yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Keduanya diketahui masih berstatus pelajar.
Dari keterangan yang dihimpun petugas, kedua remaja itu mengaku tidak kuat menjalani puasa sehingga memutuskan makan bersama di lapangan desa. Mereka tidak menyangka aktivitas tersebut akan berujung pada keributan.
Beruntung, tidak dilaporkan adanya luka berat dalam kejadian itu, meski peristiwa tersebut tetap menimbulkan trauma dan menjadi perhatian publik.
4. Dipicu Teguran soal Makan di Siang Hari
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Sisi Kelam Embun Es Dieng: Saat Wisatawan Berfoto, Petani Menanggung Rugi Miliaran Rupiah
-
Kasus Kusta di Jateng Masih Tinggi, Ahmad Luthfi Perluas Skrining Lewat Speling
-
Mahasiswa D3 Teknik Kimia UNS Belajar Langsung Praktik Industri di Semen Gresik Pabrik Rembang
-
Investasi ORI030 di BRI, Nikmati Kupon Hingga 7,00% dan Jaminan Pembayaran dari Negara
-
Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi: Ikan Itu Busuknya dari Kepala!