- Wakil Ketua DPRD Jateng mendorong Pemprov kreatif mencari PAD selain dari pajak kendaraan bermotor.
- Ketergantungan pendapatan daerah dinilai kurang sehat; optimalisasi aset Pemprov Jateng disoroti.
- Pengamat Undip menyarankan BRIDA berperan aktif mencari sumber pendapatan daerah yang inovatif.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah didorong untuk lebih kreatif dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tidak hanya terpaku pada sektor pajak kendaraan bermotor.
Seruan ini datang dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, yang menyoroti potensi besar lain yang belum tergarap optimal.
Senada dengan Saleh, pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nur Hidayat Sardini, juga menekankan peran strategis Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dalam menemukan sumber-sumber pendapatan baru.
"Ke depan ini perlu kreativitas," kata Saleh dikutip dari ANTARA di Semarang, Rabu (25/2/2026).
Pernyataan ini menjadi penekanan kuat akan perlunya terobosan dalam strategi keuangan daerah. Saleh menjelaskan bahwa saat ini, sumber pendapatan terbesar hanya dari perbankan, yakni Bank Jateng yang merupakan BUMD milik pemerintah daerah ini.
Selain itu, ia menambahkan, pendapatan juga berasal dari penerimaan pajak kendaraan bermotor. Ketergantungan pada dua sumber utama ini, khususnya pajak kendaraan bermotor, dinilai kurang sehat untuk keberlanjutan fiskal daerah.
Saleh secara spesifik menyoroti banyaknya potensi pendapatan yang berasal dari pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang belum dioptimalkan. Ini adalah celah besar yang jika dikelola dengan baik, dapat memberikan kontribusi signifikan.
Oleh karena itu, ia mendorong optimalisasi penataan aset. Sebagai contoh konkret, ia menyebutkan salah satu tempat istirahat di ruas Tol Semarang-Solo yang merupakan aset milik pemprov.
"Kalau dikelola dengan baik tentu akan menjadi sumber pendapatan, tidak hanya dari pajak," katanya.
Baca Juga: Jeritan Rakyat Kecil: Pajak Opsen Bikin Kantong Bolong, Beban Ekonomi Semakin Berat
Bayangkan jika aset-aset strategis lainnya, seperti lahan kosong, gedung-gedung pemerintah yang tidak terpakai, atau bahkan potensi pariwisata yang dikelola secara profesional, dapat diubah menjadi mesin penghasil uang bagi daerah.
Masukan lain yang tak kalah penting disampaikan oleh pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nur Hidayat Sardini.
Ia mengarahkan perhatian pada keberadaan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah. Menurut Sardini, BRIDA seharusnya memiliki peran lebih dari sekadar mengurusi jurnal.
"Badan riset jangan hanya mengurusi jurnal. Mengapa problem permanen di daerah tidak digali," katanya.
Ini adalah kritik sekaligus dorongan agar BRIDA tidak hanya berkutat pada ranah akademis, tetapi juga proaktif dalam mencari solusi konkret untuk masalah-masalah daerah, termasuk dalam hal peningkatan pendapatan. Ia mendorong badan riset daerah untuk mencari sumber pendapatan baru yang inovatif dan berkelanjutan.
Pentingnya diversifikasi sumber pendapatan ini semakin terasa mengingat data dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah yang mencatat rata-rata kenaikan pajak kendaraan bermotor sebesar 13,94 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
UNDIP Global Classroom Bahas Transformasi Budaya Newsroom di Era Digital
-
Terdampak Konflik Geopolitik Global, Ratusan Umat Buddha Tetap Gelar Doa Damai di Borobudur
-
Mencekam, Kronologi Perampokan Lansia di Kudus, Pelaku Masuk Lewat Jendela Pukul 2 Pagi
-
Misteri Kematian 4 Orang Sekeluarga di Tenda Camping Temanggung, Polisi Periksa Sisa Makanan
-
Kasus Pencabulan di Ponpes Pekalongan, Polisi Siapkan Safe House, Korban Lain Diminta Melapor