Budi Arista Romadhoni
Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10 WIB
Suasana Djournal Kota Lama Semarang pada Rabu (11/3/2026). [Suara.com/Budi Arista Romadhoni
Baca 10 detik
  • Kota Lama kian hidup dengan hadirnya Djournal, yang menghadirkan tak sekedar kopi, tapi juga ruang kreatif anak muda.
  • Djournal ini menempati bangunan bersejarah di Kota Lama, menggabungkan arsitektur kolonial dengan desain modern.
  • Komunitas anak muda Semarang pun dilibatkan untuk membangun ruang kreatif

SuaraJawaTengah.id - Kota Semarang terus membuktikan diri sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini. Dengan pesona bangunan kolonial di Kota Lama yang memukau dan denyut nadi gaya hidup modern yang tak henti berdetak, kota ini menjadi magnet bagi para pelaku industri kreatif.

Kini, di tengah deretan sejarah Jalan Merak, ISMAYA Group melalui brand Djournal membuka gerai pertamanya di Semarang, Djournal at Skola Kota Lama. Kehadiran ini bukan sekadar menambah daftar kafe, melainkan menghadirkan sebuah ruang kreatif baru yang berpadu harmonis dengan warisan budaya Kota Lama.

Kolaborasi strategis antara ISMAYA Group dan mitra lokal, PAVO Group, berhasil menyulap salah satu bangunan bersejarah di Kota Lama menjadi lebih dari sekadar kedai kopi.

"Kami ingin menghidupkan kembali bangunan ini, menjadikannya ruang bertemu, berbagi cerita, dan merayakan keseharian," jelas Cendyarani, President Director ISMAYA Group.

Sentuhan arsitektur kolonial yang dipertahankan berpadu apik dengan desain interior modern khas Djournal, menciptakan suasana yang akrab namun tetap segar. Ini adalah langkah penting dalam menghadirkan konsep kuliner dan gaya hidup yang relevan di kota dengan nilai historis dan budaya yang begitu kaya.

Semarang dipilih sebagai lokasi ekspansi karena perkembangan gaya hidupnya yang kuat. Komunitas kreatif yang hidup, budaya nongkrong yang tumbuh, dan minat terhadap pengalaman kuliner yang semakin tinggi menjadi alasan utama.

Djournal ingin menjadi bagian dari dinamika tersebut, memperkuat komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat di berbagai kota Indonesia. Gerai ke-35 secara nasional ini menjadi Djournal pertama di Semarang, menandai perjalanan brand yang telah berdiri sejak 2013 dalam menghadirkan pengalaman minum kopi yang personal dan kontekstual bagi masyarakat urban.

Djournal: Lebih dari Sekadar Kopi, Ruang untuk Make Every Day Exciting

Dengan tagline "Make Every Day Exciting," Djournal percaya bahwa setiap hari memiliki potensi untuk menjadi lebih bermakna. Hal ini diterjemahkan dalam ruang yang terbuka bagi berbagai aktivitas dan komunitas.

Baca Juga: Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

Dewa Ari, Brand Marketing Djournal, menegaskan, "Fokus kami pertama adalah pilar dari kopi itu sendiri, dan yang kedua adalah community. Konsep ini didukung oleh identitas brand yang kuat," jelasnya.

"Ruang-ruang di sini juga untuk memajang karya, workshop , dan lain-lain," tambah Dewa Ari. 

Kolaborasi dengan Komunitas Kreatif: Menghidupkan Kota Lama 

Kehadiran Djournal di Kota Lama tidak lepas dari peran komunitas kreatif. Ahmad Khairudin dari Komunitas Hysteria, yang telah aktif selama 22 tahun, menyambut baik inisiatif ini.

Komunitas Hysteria terlibat dalam pembuatan "Djournal City Map" yang sederhana namun informatif, memberikan referensi tempat nongkrong, oleh-oleh, dan belanja di Semarang.

"Ini adalah masa lalu dan masa depan," ujar Ahmad, menggambarkan bagaimana peta ini menjembatani sejarah kota dengan dinamika kekinian.

Load More