- BMKG mengimbau masyarakat Jawa Tengah meningkatkan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat hari ini, Jumat.
- Potensi hujan lebat di Jawa Tengah dapat menimbulkan dampak serius seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas sehari-hari.
- Masyarakat diimbau memantau informasi resmi BMKG dan melakukan mitigasi seperti membersihkan saluran air sebagai langkah pencegahan.
SuaraJawaTengah.id - Masyarakat Jawa Tengah diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem hari ini, Jumat (20/3/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara khusus mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah.
Peringatan dini ini menjadi krusial mengingat dampak yang mungkin ditimbulkan, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga gangguan aktivitas sehari-hari.
Prakirawan cuaca BMKG, Yohanes AK, dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat, secara spesifik menyebutkan Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat tersebut. Selain Jawa Tengah, potensi serupa juga dijumpai di Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua bagian selatan.
"Diwaspadai terdapat potensi hujan petir di kota Palembang, Pangkal Pinang, Surabaya, Tanjung Selor dan Banjarmasin," kata Yohanes, meskipun fokus utama di Jawa Tengah adalah intensitas hujan yang tinggi.
Untuk kota Semarang sendiri, BMKG memprediksi adanya hujan sedang. Namun, perlu diingat bahwa hujan sedang di tengah kondisi tanah yang sudah jenuh air atau di daerah rawan, tetap dapat memicu genangan atau bahkan banjir.
Sementara itu, kota-kota lain di Jawa seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta diprediksi mengalami hujan ringan. Perbedaan intensitas ini menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik cuaca yang perlu diperhatikan secara spesifik.
Meskipun prakiraan menyebutkan hujan sedang di Semarang, peringatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat untuk Jawa Tengah secara keseluruhan harus menjadi perhatian serius.
Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan peningkatan debit air sungai secara drastis, memicu banjir bandang, serta melonggarkan struktur tanah di daerah perbukitan yang rawan longsor.
Baca Juga: Gandeng Pihak Swasta, Lebih dari 16.000 Masyarakat Nikmati Mudik Gratis ke Jawa Tengah
Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, atau daerah dataran rendah yang sering tergenang, harus ekstra waspada.
BMKG juga mengingatkan tentang potensi berawan dan berawan tebal di beberapa wilayah lain di Indonesia, serta potensi hujan ringan hingga sedang di Indonesia bagian timur.
Namun, bagi warga Jawa Tengah, fokus utama adalah potensi hujan lebat yang bisa datang sewaktu-waktu. Penting bagi masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi BMKG, menyiapkan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, dan menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Bongkar Penyelewengan Subsidi, Polda Jateng Sita Ribuan Liter BBM dan Tabung LPG
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
BGN: Siswa di Pemalang Dikeluarkan karena Kritik MBG, Itu Tidak Benar
-
Gaduh PSSI Jateng Memanas! Demak Tuding Plt Provinsi 'Offside' Pecat Pengurus Daerah Tanpa Dasar