- Nana, running enthusiast di Lamongan, konsisten menjaga pola hidup sehat dengan olahraga dan nutrisi seimbang sejak pensiun atlet 2016.
- Edukasi gizi oleh ibu sangat krusial dalam membentuk kebiasaan makan anak untuk mencegah masalah kesehatan seperti *stunting*.
- Industri makanan merespons tantangan kesadaran sehat melalui reformulasi produk, namun porsi konsumsi tetap kunci kesehatan individu.
"Tinggal bagaimana porsi konsumsi dan intensitasnya. Jika terus menerus, pasti memicu masalah kesehatan," ujarnya.
Gangguan kesehatan juga bisa disebabkan oleh aktivitas atau faktor keturunan.
Budayawan Antonio Carlos menambahkan perspektif menarik mengenai pola konsumsi masyarakat Indonesia.
Ia menyoroti betapa mudahnya menemukan gorengan di mana-mana, dari yang ringan hingga berat, sementara makanan sehat sulit ditemukan di tepi jalan.
"Sangat sulit menjumpai makanan sehat di tepi jalan," katanya.
Menurutnya, gorengan sudah ada sejak teknologi minyak goreng diperkenalkan, dan untuk beralih ke makanan sehat membutuhkan perubahan generasi.
Kristiono, seorang trail runner enthusiast asal Surabaya, memberikan contoh bahwa makanan dan minuman yang disorot ini masih dibutuhkan sesekali.
Ia mengaku masih mengonsumsi minuman berkarbonasi, terutama saat membutuhkan kalori ekstra di sela jogging atau saat cuaca panas.
"Itu juga belum tentu sebulan sekali," tegasnya, menunjukkan bahwa konsumsi sesekali dengan porsi terkontrol masih bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Jawa Tengah Hari Ini
Pandemi Covid-19 telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Makanan dan minuman sehat, ditambah aktivitas fisik, kini menjadi kebutuhan. Ini menjadi tantangan besar bagi industri makanan dan minuman kemasan. Dhedy Adi Nugroho, Deputy Head for Agriculture, Food and Beverage EuroCham Indonesia, menjelaskan bahwa industri menghadapi dua persoalan utama.
Pertama, produsen minuman sedang mereformulasi komposisi produk, seperti mengurangi gula, yang membutuhkan riset panjang dan biaya besar.
"Bisa-bisa pegawai tidak gajian," kelakarnya, namun menegaskan bahwa ini tetap dilakukan untuk menyediakan produk substitusi yang diterima pasar.
Kedua, adalah portion control dan edukasi komposisi produk kepada konsumen. Dhedy optimistis bahwa generasi mendatang akan lebih sadar dan teredukasi dalam menerima produk sehat, meskipun "lidah orang Indonesia masih suka manis untuk minuman dan asin untuk makanan. Ini tradisi."
Tudingan bahwa makanan dan minuman kemasan menjadi penyebab gizi buruk, stunting , obesitas, hingga diabetes, juga menjadi tantangan.
Dhedy menjelaskan bahwa dalam konteks asupan minuman manis, ada tiga aspek: minuman buatan sendiri, ready to drink , dan minuman kemasan berpemanis. Namun, hanya minuman kemasan pabrikan yang komposisi gulanya jelas dan wajib ditulis sesuai arahan BPOM.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gita Wirjawan di UHN Tegal: Kepemimpinan Mendatang Harus Ditata Ulang, Jangan Mabuk Elektabilitas
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah