Budi Arista Romadhoni
Minggu, 29 Maret 2026 | 08:23 WIB
Teknologi Sahabat-AI saat diperkenalkan ke publik. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kominfo RI dan Indosat meluncurkan Sahabat-AI, platform kecerdasan buatan memahami konteks dan budaya lokal Indonesia.
  • Platform ini memiliki fitur beragam seperti transformasi media dan bantuan analisis untuk pelajar serta profesional Indonesia.
  • Sahabat-AI dikembangkan dengan pagar pengaman etika lokal demi memperkuat kedaulatan digital dan aksesibilitas nasional.

SuaraJawaTengah.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) resmi memperkenalkan Sahabat-AI.

Ini bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan platform AI berbasis aplikasi yang dirancang khusus untuk menjadi "paling mengerti" konteks, budaya, dan kebutuhan lokal masyarakat dari berbagai kalangan.

Sahabat-AI hadir untuk menjawab tantangan adopsi teknologi yang selama ini sering terkendala bahasa dan relevansi konten. Dengan hadirnya aplikasi ini di perangkat Android dan iOS, hambatan tersebut dipangkas secara signifikan.

Pengguna kini memiliki asisten digital yang tidak hanya pintar, tetapi juga memahami nuansa unik cara orang Indonesia berkomunikasi dan bekerja.

Fitur Unggulan untuk Berbagai Kebutuhan

Kegunaan Sahabat-AI mencakup spektrum yang sangat luas berkat kemampuan multi-model dan multi-modal. Bagi para kreator konten, platform ini menyediakan fitur transformasi teks ke gambar hingga teks ke video.

Kemampuan ini memungkinkan ide kreatif diwujudkan dalam visual menarik hanya dalam hitungan detik, sangat relevan bagi audiens di kota-kota besar yang menuntut kecepatan produksi konten.

Bagi pelajar dan profesional, Sahabat-AI menawarkan bantuan coding dan analisis mendalam. Fitur pencarian cerdasnya dirancang untuk memberikan informasi yang akurat dengan konteks lokal Indonesia yang kuat.

Baca Juga: Mudik Ceria Saloka 2026: Spektakuler Baru Klinthing Show & Kuliner Legendaris Sambut Lebaran!

Hal ini menjadikan Sahabat-AI sebagai mitra belajar dan bekerja yang efektif untuk memproses data atau menyelesaikan tugas-tugas teknis yang kompleks.

Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menegaskan bahwa Sahabat-AI merupakan cerminan arah strategis Indonesia dalam membangun kemandirian kapabilitas AI nasional.

“Sahabat-AI merupakan langkah penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Lebih dari itu, ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Karena itu, kita membutuhkan AI yang benar-benar Paling Indonesia, dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa. Platform ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Saya mendorong untuk seluruh lapisan masyarakat menggunakan Sahabat AI dan menjadi bagian dari perjalanan dari perkembangan AI dalam negeri,” ungkapnya.

Kedaulatan Digital dan Keamanan Pengguna

Selain aspek fungsionalitas, Sahabat-AI dibangun dengan fondasi nilai-nilai lokal. Platform ini menggunakan guardrails atau pagar pengaman berlapis yang diselaraskan dengan norma sosial dan etika di Indonesia.

Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa interaksi yang terjadi di dalam aplikasi tetap aman, positif, dan terhindar dari penyebaran konten negatif.

Load More