- Jasad WNA Singapura (SS, 80) ditemukan di Sungai Citandui, Cilacap, pada 20 Februari, setelah dibunuh di Sukabumi.
- Polisi menangkap dua pelaku (H dan K) atas aksi pembunuhan yang dimotivasi oleh rasa cemburu mendalam.
- Korban dieksekusi dengan pemukulan, lalu jasadnya dicor semen sebelum dibuang untuk menghilangkan jejak kejahatan.
SuaraJawaTengah.id - Kasus pembunuhan terhadap warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial SS (80) di Cilacap akhirnya mulai menemui titik terang. Setelah proses penyelidikan yang cukup panjang, aparat kepolisian berhasil mengungkap pelaku serta kronologi kejadian yang mengerikan.
Kasus ini tidak hanya menyita perhatian karena korban adalah WNA, tetapi juga karena cara pelaku menghilangkan jejak yang terbilang ekstrem.
Berikut rangkuman fakta-fakta penting yang berhasil diungkap dari kasus ini.
1. Penemuan Jasad di Sungai Citandui
Kasus ini bermula dari penemuan jasad korban di aliran Sungai Citandui, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, pada Jumat 20 Februari sekitar pukul 14.30 WIB. Penemuan ini menjadi titik awal pengungkapan kasus pembunuhan berencana yang sempat misterius.
Dari kondisi jasad yang ditemukan, aparat langsung mencurigai adanya unsur tindak pidana berat.
2. Korban WNA Singapura yang Tinggal di Jakarta
Korban diketahui merupakan warga negara Singapura yang selama ini menetap di rumah keluarganya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Identitas korban diperkuat melalui hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban bukan sekadar orang hilang, melainkan korban pembunuhan yang terencana.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Jateng Selatan, Pemudik Diimbau Berhati-hati
3. Dua Pelaku Ditangkap, Satu Masih Buron
Setelah mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti, polisi berhasil menangkap dua pelaku berinisial H dan K pada Rabu 25 Maret sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Cilacap.
Namun, kasus ini belum sepenuhnya selesai. Satu pelaku lain berinisial A alias E masih dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diduga sebagai dalang utama dalam perencanaan pembunuhan.
4. Peran Masing-Masing Pelaku
Dari hasil penyidikan, masing-masing pelaku memiliki peran berbeda dalam aksi kejahatan ini.
Pelaku H diketahui sebagai eksekutor utama yang memukul korban menggunakan bambu sepanjang sekitar satu meter hingga menyebabkan korban tewas. Setelah itu, korban dilakban dan tubuhnya dipersiapkan untuk dihilangkan jejaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Gubernur Luthfi Kumpulkan Kepala Daerah di Jateng, KPK Beri Ultimatum: Sadar atau Diciduk!
-
Alarm Campak Jateng! 5 Daerah Dinyatakan KLB dan Suspek
-
BRI Hadirkan Desa BRILiaN untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa Sumowono Semarang
-
Program Desa BRILiaN dari BRI Jadi Motor Penguatan UMKM dan Wisata Desa Hendrosari Gresik
-
Kronologi Tragedi 2 Remaja Tewas Tenggelam di Air Terjun Watu Bobot Jepara