- Jasad WNA Singapura (SS, 80) ditemukan di Sungai Citandui, Cilacap, pada 20 Februari, setelah dibunuh di Sukabumi.
- Polisi menangkap dua pelaku (H dan K) atas aksi pembunuhan yang dimotivasi oleh rasa cemburu mendalam.
- Korban dieksekusi dengan pemukulan, lalu jasadnya dicor semen sebelum dibuang untuk menghilangkan jejak kejahatan.
Sementara itu, pelaku K berperan membantu membekap korban agar tidak berteriak, serta ikut mengikat dan membungkus tubuh korban menggunakan plastik dan sprei.
5. Modus Keji: Tubuh Dicor dengan Semen
Salah satu hal paling mengejutkan dari kasus ini adalah cara pelaku menghilangkan jejak. Setelah korban tewas, pelaku membuat adonan semen, lalu menuangkannya ke dalam bungkusan tubuh korban.
Setelah semen mengeras, jasad korban kemudian dibuang ke aliran sungai. Metode ini diduga dilakukan untuk menyulitkan identifikasi korban sekaligus menghilangkan barang bukti.
6. Pembunuhan Terjadi di Sukabumi
Berdasarkan keterangan pelaku, aksi pembunuhan dilakukan pada 16 Februari sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah perumahan di kawasan Sukabumi.
Setelah korban dieksekusi, pelaku sempat membawa jasad korban berkeliling selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya memutuskan untuk membuangnya di wilayah Cilacap.
Kasus ini juga melibatkan koordinasi antara kepolisian daerah, mengingat lokasi pembunuhan dan pembuangan jasad berada di dua wilayah berbeda.
7. Motif Cemburu Jadi Pemicu
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Jateng Selatan, Pemudik Diimbau Berhati-hati
Motif pembunuhan ini terbilang klasik namun berujung tragis. Polisi mengungkap bahwa aksi tersebut dipicu oleh rasa cemburu.
Korban diketahui memiliki kedekatan dengan seorang perempuan berinisial Lina. Namun, perempuan tersebut ternyata telah memiliki pasangan lain, yang diduga berkaitan dengan salah satu pelaku.
Kecemburuan inilah yang kemudian berkembang menjadi rencana pembunuhan yang melibatkan lebih dari satu orang.
8. Dalang Utama Masih Diburu
Meskipun dua pelaku telah diamankan, polisi menegaskan bahwa otak di balik pembunuhan ini masih dalam pengejaran.
Pelaku berinisial A alias E diduga sebagai aktor intelektual yang merancang seluruh aksi pembunuhan. Hingga kini, aparat masih terus melakukan pencarian untuk menangkap pelaku tersebut dan mengungkap keseluruhan jaringan di balik kasus ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna dan Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Disabilitas Jangan Sampai Tersisih! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perusahaan Lebih Terbuka
-
Macan Kumbang Masuk Permukiman Warga Dirawat di Batang Dolphin Center: Kelamin Jantan, Usia 10 Tahun
-
BRI Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan Relindo Batang
-
Viral Boleh, Hoaks Jangan: Pakar Hukum hingga PWI Jateng Ungkap Efek Hukum Konten Misleading