Budi Arista Romadhoni
Senin, 30 Maret 2026 | 09:48 WIB
Kendaraan mengisi BBM di rest area saat mudik lebaran. [Dok Pertamina]
Baca 10 detik
  • Konsumsi BBM jenis bensin di Jawa Tengah naik signifikan 28,4% selama periode mudik Lebaran 2026 karena lonjakan kendaraan pribadi.
  • Berbanding terbalik, konsumsi BBM jenis gasoil (Solar) menurun 10,2% selama periode libur Lebaran karena berkurangnya aktivitas logistik.
  • Pertamina Patra Niaga menjamin ketahanan energi dengan stok energi melimpah serta menyediakan 6 Serambi MyPertamina untuk pemudik.

SuaraJawaTengah.id - Ledakan penggunaan kendaraan pribadi selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 sukses mendongkrak konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin secara signifikan. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mencatat, fenomena ini membuat konsumsi gasoline meroket hingga 28,4 persen.

Data Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026 menunjukkan realisasi harian konsumsi BBM ritel jenis gasoline (Pertalite, Pertamax Series) naik drastis dari rata-rata normal 12.943 Kilo Liter (KL) menjadi 16.625 KL per hari. Puncaknya bahkan terjadi pada 19 Maret 2026, di mana konsumsi bensin menyentuh angka 20.681 KL dalam sehari.

Menariknya, tren kontras justru terjadi pada BBM jenis gasoil (Solar, Dex Series). Konsumsinya tercatat menurun sebesar 10,2%, dari 7.069 KL menjadi 6.350 KL per hari. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya aktivitas kendaraan logistik dan industri selama periode libur panjang Lebaran.

Tak hanya di SPBU, lonjakan permintaan juga terasa hingga ke dapur rumah tangga. Rerata realisasi harian LPG naik 6,7% dari 4.854 metrik ton (MT) menjadi 5.179 MT. Kenaikan tertinggi disumbang oleh LPG subsidi 3 kg yang meningkat 7,2% dari 4.630 MT menjadi 4.965 MT per hari, menandakan tingginya aktivitas memasak untuk perayaan Idulfitri. Sebaliknya, konsumsi LPG non-subsidi turun 4,7%.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa Pertamina telah mengantisipasi lonjakan permintaan ini sejak jauh-jauh hari. Ia memastikan pasokan energi untuk masyarakat tetap aman hingga periode arus balik tuntas.

“Secara regional, Pertamina memastikan ketahanan energi tetap terjaga, dengan ketersediaan stok energi hingga 29,2 kali lipat dari rata-rata konsumsi harian,” ujar Taufiq dalam keterangannya.

Sebagai bentuk layanan ekstra bagi para pemudik, Pertamina juga kembali menghadirkan posko istirahat. “Khusus di Regional Jawa Bagian Tengah terdapat 6 unit Serambi MyPertamina yang tersebar di Rest Area 379 A, Rest Area KM 260 B, Rest Area KM 19 A, Bandara Ahmad Yani, Bandara Yogyakarta Internasional Airport, dan Stasiun Purwokerto,” katanya.

Layanan ini menyediakan fasilitas gratis seperti ruang istirahat ber-AC, mushola, layanan kesehatan, hingga takjil gratis yang sangat membantu para pemudik memulihkan energi sebelum melanjutkan perjalanan.

Untuk kemudahan konsumen, informasi mengenai lokasi SPBU terdekat hingga ketersediaan produk dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi MyPertamina.

Baca Juga: Semarang Diserbu 28 Ribu Pemudik Kereta Api, Puncak Arus Mudik di Depan Mata

“Pertamina mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Gerakan Hemat Energi dengan menggunakan BBM secara bijak dan efisien selama perjalanan, serta tidak melakukan panic buying karena stok dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal,” tegas Taufiq.

Load More