Budi Arista Romadhoni
Kamis, 02 April 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi penculikan aktivis mahasiswa Unissula. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Ketua HMI Unissula, Aldi Maulana, dianiaya dua orang tak dikenal di Muktiharjo, Semarang, pada 30 Maret 2026.
  • Korban diduga diintimidasi dan dipukul karena perannya dalam mengawal kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus Unissula.
  • Polda Jawa Tengah telah menerima laporan resmi korban dan akan melakukan penyelidikan melalui Ditreskrimum untuk mengungkap pelaku.

SuaraJawaTengah.id - Kasus dugaan penganiayaan terhadap Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menjadi sorotan publik. Insiden ini tidak hanya menyangkut kekerasan fisik, tetapi juga diduga berkaitan dengan upaya pengawalan kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari peristiwa tersebut.

1. Korban Alami Luka Fisik dan Sudah Melapor ke Polisi

Peristiwa ini dialami oleh Aldi Maulana, Ketua HMI Unissula. Ia datang ke Polda Jawa Tengah pada Rabu (1/4/2026) sore untuk membuat laporan resmi.

Saat melapor, kondisi fisiknya masih menunjukkan bekas kekerasan. Luka cakaran terlihat jelas di tangan kirinya, serta benjolan di bagian kepala akibat pukulan.

Ia juga sempat bertemu dengan Kabid Humas Polda Jateng sebelum diarahkan membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

2. Kejadian Bermula Saat Perjalanan Pulang

Aldi menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Minggu malam hingga Senin dini hari (29–30 Maret 2026).

Awalnya, ia tengah berkumpul bersama temannya di kawasan Lawang Sewu, Semarang. Setelah itu, ia sempat menuju kos di daerah Genuk sebelum pulang ke rumahnya di Mranggen, Kabupaten Demak.

Baca Juga: Usai Aksi Demo di Semarang, BEM Unissula Tegaskan Kawal Terus Putusan MK

Namun, di wilayah Muktiharjo, Kecamatan Genuk, ia berhenti sejenak karena barang bawaannya hampir terjatuh. Di titik inilah situasi mulai berubah.

3. Didatangi Dua Orang Tak Dikenal dan Diintimidasi

Saat berhenti, Aldi didatangi oleh dua orang tak dikenal. Percakapan awal yang terdengar biasa, berubah menjadi intimidasi.

“Mereka bilang, ‘Mas sini, ngomong sik’. Saya lalu langsung ditanya soal pengawalan kasus dugaan kekerasan seksual,” ujar Aldi.

Pertanyaan yang dilontarkan semakin menekan, bahkan menyinggung soal dukungan di balik aksinya.

“Mereka tanya, ‘Siapa bekinganmu? Kenapa kamu mengawal kasus itu?’” lanjutnya.

Load More